Amerika, reportasenews.com – Donald Trump memberikan persetujuan memasukan negara imut Montenegro sebagai anggota NATO. Dengan masuknya Montengro, semakin mantap kuku NATO diwilayah Balkan.
Negara mungil diwilayah Balkan dengan penduduk diperkirakan hanya 700 ribu jiwa ini disetujui suara mayoritas di Senat AS untuk meratifikasi aksesi negara Balkan kecil untuk aliansi trans-Atlantik pada bulan Maret.
Montenegro muncul sebagai negara berdaulat setelah lebih dari 55% dari populasi memilih untuk merdeka dalam referendum Mei 2006. Pemungutan suara menandakan akhir dari bekas Uni Serbia dan Montenegro – itu sendiri dibuat hanya tiga tahun sebelumnya dari sisa-sisa bekas Yugoslavia.
Kesepakatan Uni Eropa ditengahi untuk menstabilkan wilayah tersebut dengan mengabulkan tuntutan Montenegro untuk merdeka dari Serbia dan mencegah perubahan lebih lanjut untuk perbatasan Balkan.
Kesepakatan yang sama juga berisi pembubaran serikat. Ini menetapkan bahwa setelah tiga tahun dua republik bisa menahan referendum mengenai apakah akan mempertahankan kesatuan atau bercerai. Montenegro memilih yang terakhir.
Montenegro, yang berarti “Black Mountain”, terletak diberbatasan Kroasia, Bosnia, Serbia, provinsi yang memisahkan diri Serbia Kosovo dan Albania. Sekitar setengah dari itu tertutup hutan lebat. Republik kecil ini meliputi garis pantai Adriatik, dataran rendah dan pegunungan tinggi. Wilayah Tara River Canyon adalah geografis terdalam dan terpanjang di Eropa. (Hsg)
