Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 14 Nov 2016 12:14 WIB ·

Motif Pelaku Bom Samarinda Bikin Kekacauan SARA


					Pelaku bom Samarinda, J, (foto: Polresta Samarinda) Perbesar

Pelaku bom Samarinda, J, (foto: Polresta Samarinda)

JAKARTA, REPORTASE-Teror bom Samarinda disinyalir dilakukan kelompok ekstrimis agama, yang hendak mengacaukan keberagaman NKRI dengan memainkan isu SARA.

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dugaan itu muncul setelah polisi berhasil menangkap 5 orang lagi komplotan Bom Samarinda. Kelima orang itu, ternyata kelompok yang sama ketika menyebarkan teror bom buku di Serpong.

“Lima orang lagi sudah ditangkap dan dikembangkan. Ini sebenarnya pelaku lama kasus bom di Serpong dan bom buku. Ada kaitannya dengan kelompok Pepy Fernando, jaringan lama. Jadi sekarang dia bergabung dengan JAD,” tegas Tito Karnavian kepada pers, usai menghadiri HUT Korps Brimob di Depok, Senin (14/11).

Motif peledakan bom itu sudah diketahui, yakni ingin membuat kekacauan atas dasar sentimen agama.

“Saya berharap masyarakat harus tetap tenang. Jaringan pelaku ini berusaha menimbulkan kekacauan,” tambahnya.

Atas peristiwa itu, satu korban yakni Intan olivia (3) meninggal dunia, dimana sebelumnya korban sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Abdil Wahab Sjahranie, Samarinda.

Sementara itu, ‎tiga korban lainnya yaitu Triniti Hutahaen, Anita Christabel, dan Alfarou Sinaga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Seluruh korban atas peristiwa itu adalah anak-anak karena saat kejadian mereka sedang bermain di lokasi parkiran gereja.

Pelaku dari peristiwa ini yaitu Juhanda alias Jo (37) sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Untuk selanjutnya Juhanda akan dibawa oleh Densus 88. (sam/tat)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Sarolangun Sebut Berhasil Turunkan Angka Pengangguran 

22 April 2024 - 17:03 WIB

Wali Kota Binjai Kembali Maju Kontestasi Pilkada Sambangi Partai Golkar Binja

22 April 2024 - 16:40 WIB

Peringati Hari Kartini 2024, Emak-emak di Situbondo Gelar Diskusi

22 April 2024 - 16:34 WIB

Rumah Autis di Bogor Roboh Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras

21 April 2024 - 20:12 WIB

Semangat Kartini Sm-art Batik: UKMK Batik Sawit BPDPKS yang Libatkan 50-an Pembatik Perempuan

21 April 2024 - 09:53 WIB

Hilang Saat Memancing, Riko Ditemukan  tewas di Pulau Gelam

20 April 2024 - 20:34 WIB

Trending di Daerah