Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Internasional · 25 Nov 2016 09:03 WIB ·

Myanmar Melakukan Pembersihan Etnis Rohingya, Kata Pejabat PBB


					Etnis Rohingya minoritas tertindas didunia / World Reports Perbesar

Etnis Rohingya minoritas tertindas didunia / World Reports

BURMA, REPORTASE: Myanmar melakukan pembersihan etnis bagi minoritas Muslim Rohingya, demikian ungkap seorang pejabat senior PBB mengatakan kepada BBC. Angkatan bersenjata Burma telah membunuh Rohingya di negara bagian Rakhine, sehingga memaksa banyak melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, kata John McKissick dari badan pengungsi PBB.

Pemerintah Myanmar, Burma, telah melakukan operasi kontra-pemberontakan sejak serangan terkoordinasi pada penjaga perbatasan pada bulan Oktober.

Seorang juru bicara Burma mengatakan bahwa pemerintahnya sangat kecewa dengan pendapat mengenai “ethnic cleansing” ini..Para pejabat Birma mengatakan bahwa Rohingya yang membakar rumah mereka sendiri diwilayah Rakhine utara. Sayangnya media BBC tidak dapat mengunjungi daerah untuk memverifikasi apa yang terjadi di sana. Larangan mengunjungi Rakhine berlaku bagi wartawan dan semua pekerja pemberi donasi dan bantuan internasional untuk masuk kewilayah kerusuhan tersebut.

Rohingya, yang jumlahnya sekitar satu juta orang, dinilai oleh banyak orang di Myanmar sebagai imigran ilegal yang masuk dari Bangladesh.Meskipun kebijakan resmi Bangladesh adalah untuk tidak membiarkan di pendatang ilegal melintasi perbatasan, kementerian luar negeri telah mengkonfirmasi bahwa ribuan Rohingya telah mengungsi masuk perbatasan Bangladesh, sementara ribuan lainnya dilaporkan berkumpul di perbatasan.

Beberapa menggunakan cara penyelundup untuk masuk ke Bangladesh, sementara yang lain telah menyuap penjaga perbatasan, menurut Amnesty International. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut harus fokus pada “akar penyebab” di Myanmar, McKissick, kepala badan pengungsi PBB UNHCR di kota perbatasan Bangladesh dari Cox Bazar, mengatakan kepada koresponden BBC Bengali, Akbar Hossain.

Ia mengatakan militer Myanmar dan Penjaga Perbatasan telah “menjalankan hukuman kolektif bagi minoritas Rohingya” setelah pembunuhan sembilan penjaga perbatasan pada 9 Oktober , beberapa politisi menuding kelompok kelompok militan Rohingya.bertanggung jawab atas serangan pembalasan itu.

Pasukan keamanan perbatasan telah “membunuh, menembak mereka, menyembelih anak, memperkosa wanita, membakar dan menjarah rumah-rumah, memaksa orang-orang untuk menyeberangi sungai” ke Bangladesh, kata Mc Kissick.

“Sekarang sangat sulit bagi pemerintah Bangladesh untuk mengatakan perbatasan terbuka karena ini lebih lanjut akan mendorong pemerintah Myanmar untuk melanjutkan kekejaman dan mendorong mereka keluar sampai mereka telah mencapai tujuan akhir mereka yakni metoda pembersihan etnis minoritas Muslim di Myanmar,” sebut Mc Kissick..

Dimana Aung San Suu Kyi?Pemenang Nobel Aung San Suu Kyi berada dalam posisi yang sulit. Dia adalah pemimpin de facto di Myanmar, tapi keamanan di bawah kendali angkatan bersenjata otonom. Jadi Aung San Suu Kyi tidak berkutik sama sekali

Jika Suu Kyi memberikan peluang masuknya penyidik internasional yang kredibel masuk kedalam wilayah Rakhine, maka Aung San Suu Kyi akan menghadapi risiko rusaknya hubungan dia dengan tentara. Ini bisa membahayakan stabilitas politik di Myanmar.

Jadi selama enam minggu terakhir Suu Kyi hanya bisa main petak umpet menghindari wartawan dan cegatan konferensi pers. Ketika dipaksa berkomentar, jawaban Suu Kyi datar menyebutkan bahwa militer Burma di Rakhine sudah beroperasi sesuai dengan “aturan hukum yang berlaku”. (HSG/ BBC)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Politikus Golkar Siap Maju Menjadi Calon Walikota Binjai

2 Maret 2024 - 09:39 WIB

UKMK Sawit Sm-art Batik Berikan Edukasi Batik Sawit ke Pengunjung WNI dan WNA di INACRAFT 2024.

2 Maret 2024 - 08:07 WIB

Diwarnai Aksi Protes, Ketua KPU Situbondo Optimis Rekap Pemilu 2024 Rampung Tepat Waktu

1 Maret 2024 - 22:09 WIB

Gegara Tak Dipinjami Ambulance, Warga Situbondo Meninggal

1 Maret 2024 - 18:57 WIB

Penuhi Panggilan Tim Penilai ASN, Imam Hidayat Bantah Terlibat Politik Praktis

1 Maret 2024 - 17:42 WIB

Tekan Kenaikan Harga, Pemprov Jambi Bentuk Tim Pengawasan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan

1 Maret 2024 - 16:47 WIB

Trending di Daerah