Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Hukum · 27 Okt 2016 09:18 WIB ·

Nasib Satwa Trenggiling, Semakin Dilindungi Semakin Diburu


					Trenggiling beku yang diperjual belikan Perbesar

Trenggiling beku yang diperjual belikan

PONTIANAK, REPORTASE  – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK) seksi wilayah III  Kalimantan Barat mengerebek sebuah rumah yang menjadi penampungan sekitar 200 kilogram hewan langka jenis trenggiling di lemari pembeku di Jalan Martapura, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/10).

“Hewan-hewan langka ditampung di dalam sebuah kamar dalam kondisi telah mati dan hidup bersama satwa lainnya,” kata Komandan SPORC Brigade Bekantan Kalimantan Barat, David Muhammad, kepada ReportaseNews.

Penggerebekan dilakukan dari kecurigaan petugas karena banyaknya lemari pembeku di rumah tersebut.

“Saat ini dua pelaku pemilik rumah yang menyimpan 200 kg satwa trenggiling ini telah diamankan dan masih dalam pemeriksaan intensif oleh PPNS,” jelas David singkat enggan membocorkan inisial dua pelaku penampung satwa langka dan dilindungi ini.

Satwa jenis Trenggiling termasuk salahsatu satwa yang dilarang diperjualbelikan atau diperdagangkan. Satwa ini masuk dalam satwa yang terancam punah dan dilindungi.

Maraknya perburuan liar satwa Trenggiling karena tingginya permintaan pasar gelap khususnya permintaan dari Tiongkok, dan beberapa Negara Asia lainnya. Bagian tubuh satwa trenggiling yang diperjualbelikan adalah daging, kulit dan sisiknya.

Dagingnya dianggap lezat dan bahkan beberapa orang masih percaya mengkonsumsi daging trenggiling dapat terjaga staminanya. Sementara sisik trenggiling dipercaya untuk bahan pembuatan narkoba jenis sabu-sabu. (ds)

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Sarolangun Sebut Berhasil Turunkan Angka Pengangguran 

22 April 2024 - 17:03 WIB

Wali Kota Binjai Kembali Maju Kontestasi Pilkada Sambangi Partai Golkar Binja

22 April 2024 - 16:40 WIB

Peringati Hari Kartini 2024, Emak-emak di Situbondo Gelar Diskusi

22 April 2024 - 16:34 WIB

Rumah Autis di Bogor Roboh Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras

21 April 2024 - 20:12 WIB

Semangat Kartini Sm-art Batik: UKMK Batik Sawit BPDPKS yang Libatkan 50-an Pembatik Perempuan

21 April 2024 - 09:53 WIB

Hilang Saat Memancing, Riko Ditemukan  tewas di Pulau Gelam

20 April 2024 - 20:34 WIB

Trending di Daerah