Menu

Mode Gelap

Nasional · 12 Jan 2017 18:37 WIB ·

Negara yang Melakukan Reklamasi


					Reklamsi di Singapura direncanakan untuk 50 tahun kedepan / foto istimewa Perbesar

Reklamsi di Singapura direncanakan untuk 50 tahun kedepan / foto istimewa

Liputan Khusus Reklamasi

Jakarta, reportasenews.com – Reklamasi  di Indonesia sering menuai kontroversi. Sebab, proyek itu dikerjakan oleh swasta dengan desain yang tidak pro kepentingan publik.

Proyek reklamasi di Jakarta dan Batam, dikerubuti cukong-cukong swasta. Para pemilik utilitas seperti Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), pipa gas, pipa minyak, tidak diajak bicara untuk mendukung proyek reklamasi.

Jika reklamasi di Jakarta bermasalah, negara lain ternyata juga melakukan reklamasi. Wewenang dan tanggngjawabnya, sepenuhnya oleh negara bukan swasta.

Negara mana saja yang melakukan reklamasi?  Simak uraiannya.

Singapura

Negara kecil ini telah memperluas wilayahnya hingga 710 km persegi dengan reklamasi. Perluasan wilayah ini dilakukan sesuai dengan Concept Plan pada 2001. Tujuannya, antara lain untuk menambah kawasan perumahan, industri dan rekreasi.

Singapura telah memiliki rencana perluasan wilayah melalui Concept Plan ini hingga 50 tahun mendatang.

Namun ternyata reklamasi di Singapura juga bermasalah buat negaratetangganya, Malaysia. Kuala Lumpur mengeluh proyek-proyek di Tuas, di lepas pantai Singapura dan Tekong, di kawasan timur, memiliki dampak merusak perairan sekitar Selat Johor, yang memisahkan Singapura dari Malaysia.

Secara prinsip Malaysia dan Singapura telah sepakat untuk menyelesaikan pertikaian mereka soal proyek-proyek reklamasi di perairan dekat perbatasan kedua negara.

Malaysia bulan September 2003 lalu mengajukan gugatan hukum kepada Singapura agar segera menghentikan pekerjaan-pekerjaan reklamasinya lewat Pengadilan Arbitrasi Hukum Laut Internasional yang berkedudukan di Hamburg, Jerman.

Oktober lalu, pengadilan tersebut memutuskan Singapura bisa melanjutkan pekerjaan reklamasinya dan menasihati kedua pemerintahan agar membentuk kelompok independen.

Belanda

Negara bekas penjajah Indonesia ini bisa dibilang salah satu negara yang amat bergantung pada proyek reklamasi.

Pengerjaan proyek reklamasi sudah berlangsung sejak lama. Salah satu contoh proyek reklamasi terkenal, yang sudah ditetapkan oleh badan PBB UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, adalah Polder Beemster.

Salah satu kawasan reklamasi di Belanda menjadi lahan pertanian / foto istimewa

Salah satu kawasan reklamasi di Belanda menjadi lahan pertanian / foto istimewa

Wilayah Beemster yang terletak di utara ibukota Amsterdam ini awalnya berupa danau. Pada tahun 1612, danau tersebut dikeringkan untuk menciptakan tanah pertanian baru, ruang bermukim, serta memerangi banjir yang kerap datang mengganggu.

Pengerjaan proyek reklamasi Beemster ini bisa dibilang salah satu capaian hebat di masa itu. Mereka berhasil menciptakan daratan seluas 7.208 hektar, atau satu setengah kali luas Jakarta Pusat.

Uni Emirat Arab

Siapa yang tidak kenal Palm Islands? Pulau berbentuk palem di Dubai itu dibentuk dengan reklamasi pantai. Pulau ini diciptakan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dengan tujuan meningkatkan kepariwisataan di negara itu.

Pulau yang terletak lepas pantai Uni Emirat Arab di Teluk Persia itu menambah sekitar 250 km persegi pantai kota Dubai.

Palm Island di Dubai yang dibangun di lahan reklamasi / foto istimewa

Palm Island di Dubai yang dibangun di lahan reklamasi / foto istimewa

Seperti kebanyakan negara Arab lainnya, pendapatan terbesar negara UAE berasal dari sektor minyak. Menyadari tidak bisa terus menerus mengandalkan minyak yang suatu saat akan habis, pemerintah Dubai kemudian menggenjot pemasukan dari sektor pariwisata.

Proyek reklamasi dilakukan untuk menambah hotel, apartemen, atau hunian lain bagi para wisatawan. Selain itu karena Dubai tidak punya terlalu banyak objek wisata, proyek reklamasi dilakukan untuk memikat lebih banyak lagi wisatawan berkunjung ke Dubai.

Korea Selatan

Korea Selatan beberapa kali mereklamasi pantainya. Salah satu reklamasi itu membentuk daratan Song Do yang terletak di pantai barat semenanjung Korea, di tepi sebelah timur laut Kuning.

Lokasi reklamasi di Song Do ini memiliki luas keseluruhan 38.000 hektare, yang dibagi menjadi 3 (tiga) zona, yakni resort, Bandara Internasional Incheon, dan kawasan industri.

Keberhasilannya terlihat dari Bandar Udara Internasional Incheon yang menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Bandara ini menggantikan Bandar Udara Internasional Gimpo.

Jepang

Negara ini pernah melakukan reklamasi di Kansai di Kyoto, Jepang. Kawasan reklamsi ini dimanfaatkan sebagai perluasan pelabuhan laut dan perluasan Bandara Internasional Kansai.

Kawasan ini memiliki luas kira-kira 10 kilometer persegi (panjang 4 km dan lebar 2,5 km), sebenarnya memiliki potensi kegempaan dan serangan badai (thypoons). Namun para ahli berusaha meminimalkan dampak dengan melakukan rekayasa teknologi. (berbagai sumber/Timreportasenews.com)

 

 

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 411 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-76, Polsek Padas Banjir Penghargaan Dan Prestasi

6 Juli 2022 - 13:45 WIB

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

Trending di Daerah