Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Nov 2022 18:38 WIB ·

Nelayan Rote Ndao Diminta Jangan Melewati Perbatasan Wilayah Laut dengan Australia


					Nelayan Rote Ndao Diminta Jangan Melewati Perbatasan Wilayah Laut dengan Australia Perbesar

Nelayan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak memasuki wilayah perairan laut Australia dalam melakukan aktifitas penangkapan ikan. 

 

 

Kupang, Reportasenews.com – 
Nelayan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak memasuki wilayah perairan laut Australia dalam melakukan aktifitas penangkapan ikan.

Selain itu, dalan melakukan aktifitas penangkapan ikan pun para nelayan harus tetap menjaga konservasi wilayah laut agar biota laut dan ekosistemnya tidak mengalami kerusakan dan tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Manager International Compliance Operations, Australian Fisheries Management Authority (AFMA), Lydia Woodhouse, didepan ratusan nelayan Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timut, Rabu ( 30/11) siang.

Lydia mengatakan, selama ini cukup banyak nelayan asal Rote yang ditangkap karena melakukan aktifitas melampaui batas wilayah perairan antara Indonesia dan Australia.

Tindakan tegas petugas perikanan dari AFMA dan petugas keamanan perbatasan laut Australia atau Australian Border Force (ABF) karena para nelayan banyak yang telah memasuki wilayah laut Australia dalam melakukan aktifitas penangkapan ikan.

Dia mengingatkan setiap pelanggaran batas wilayah laut memiliki konsekuensi yang harus diterima oleh nelayan. “Karena Australia sangat konsen dalam menjaga wilayah perairan dan juga konservasi laut,” tegasnya.

Sehingga lanjut Lydia, tujuan dari kampanye tersebut yakni melakukan  pencegahan bagi para nelayan dalam aktifitas penangkapan ikan agar tidak dilakukan secara ilegal apalagi melintas wilayah perairan negara lain.

Selain itu kata Lydia, pengawasan wilayah perairan laut Australia akan terus diperketat. “Kapal-kapal patroli kita akan terus melakukan pemantauan,” terangnya.

Dia menuturkan selain batas wilayah laut, para nelayan juga harus patuh pada UNCLOS atau Konvensi PBB tentang hukum laut tahun 1982 yang telah diratifikasi oleh 168 negara.

“Ini sesuai dengan UNCLOS atau Konvensi PBB tentang hukum laut yang adalah hak dan tanggung jawab negara dalam penggunaan lautan dunia atau Hukum Laut Internasional,” ujar Lydia.

Disampaikan Lydia bahwa ada168 anggota UNCLOS yang ikut menandatangani tentang hukum laut internasional tersebut. “Termasuk (didalamnya) ada Indonesia dan Australia yang telah ikut meratifikasi konvensi PBB tentang hukum laut tersebut,” jelas Lydia didampingi First Secretary Australian Border Force (ABF) Indonesia dan Timor-Leste, Inspector Tristan Hewson.

Lydia Woodhouse dari Australian Fisheries Management Authority (AFMA), berada di Rote dalam rangka Kampanye Publik Pencegahan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Lintas Negara bekerjasana dengan Direktorat  Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kampanye publik tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi bagi para nelayan di Rote Ndao agar tetap memperhatikan batas-batas wilayah laut antara Indonesia dan Australia selama melakukan aktifitas penakapan ikan di laut.

Sementra itu Pengawas Utama PSDKP KKP RI, Nugroho Aji kepada Reportasenews.com di Rote Ndao Rabu (30/11) menjelaskan kampanye publik  tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada nelayan-nelayan Indonesia, khususnya di Rote Ndao agar tidak melanggar aturan yang sudah disepakati.

“Negara kita inikan gencar memerangi ilegal fishing. Kita memerangi kapal negara lain yang memasuki perairan kita dan menangkap ikan,” tegas dia.

Tetapi disisi lain ada kapal-kapal nelayan kita yang menangkap ikan di wilayah negara lain yang masuk dalam ilegal fishing. Dia mengataan bagi nelayan hal itu biasa saja, karena mencari ikan dan dapat ikan.

Namun bagi pemerintah Indonesia tentunya hal ini menganggu hubungan bilateral kedua negara.

“Pasti mereka bertanya kenapa kita tidak bisa mengendalikan kapal-kapal kita,” ujar dia.

Dia mengatakan dengan adanya kampanye tersebut, nelayan Rote Ndao khususnya di desa Papela yang sering mencari ikan di kawasan MoU Box tersebut bisa memahami aturan atau kesepakatan itu.

Nugroho juga menyatakan bahwa kegiatan yang sama ini tidak hanya dilakukan di NTT, tetapi juga dilakukan di daerah-daerah yang perbatasan perairannya berbatasan dengan negara lain. (eba)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ibu Kapolda Jatim Membebaskan ODGJ di Panti Assyifa Ngawi

27 Januari 2023 - 16:43 WIB

Kunjungi Pusat Deradikalisasi di Riyadh, BNPT RI Pelajari Cara Arab Saudi Sadarkan Teroris

27 Januari 2023 - 10:58 WIB

Gagal Dapat Udang Saat Memancing, Nyawa Melayang

26 Januari 2023 - 23:11 WIB

BNPT Gandeng PT Pegadaian Kolaborasi Tanggulangi Terorisme

25 Januari 2023 - 22:02 WIB

Jadi Bengkelpun, Anggota Lantas Ini Siap Demi Tugasnya sebagai Pelayan Masyarakat

25 Januari 2023 - 17:49 WIB

Malam Tahun Baru Imlek 2574 Kongzii dan Cap Go Meh Tahun 2023, Polres Kubu Raya Kerahkan 139 Personel

21 Januari 2023 - 14:38 WIB

Trending di Daerah