Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Internasional · 11 Des 2016 12:40 WIB ·

Orangutan Korban konflik diselamatkan YIARI dan BKSDA Ketapang


					Heribertus YIARI ketapang (Foto: ds) Perbesar

Heribertus YIARI ketapang (Foto: ds)

Pontianak, reportasenews.com – International Animal Rescue (IAR) Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang dan Balai Taman Nasional Gunung Palung berhasil menyelamatkan 4 individu orangutan selama 3 hari berturut-turut di wilayah Ketapang.

Empat individu ini merupakan satu orangutan jantan dewasa, serta sepasang induk dan anak orangutan yang masih liar,serta satu bayi orangutan.

Penyelamatan ini bermula dari laporan warga,orangutan induk dan anak yang terjebak di kebun karet dekat pemukiman transmigran di Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Menanggapi laporan tersebut, IAR Indonesia menerjunkan tim Human Orangutan Confilct (HOC) untuk melakukan verifikasi. Sesampainya dilokasi, tim menemukan orangutan induk dan anak, serta ada satu orangutan jantan berusia sekitar 10 tahun.

“Kita datang untuk menanggapi laporan akan adanya induk dan anak orangutan yang terjebak di sini, ternyata selain induk dan anak ada juga orangutan jantan yang terjebak di kebun ini,” ujar Efendi Barata, staf HOC IAR Indonesia, Minggu (11/12).

“Menurut informasi dari warga, orangutan ini sudah lama berada di lokasi tersebut, kemungkinan terjebak disini waktu kebakaran di tahun 2015,” timpalnya.

Proses penyelamatan berjalan lancar, orangutan yang ditembak dengan peluru bius kemudian diperiksa kesehatannya.

“Kondisi kesehatan orangutan ini cukup bagus sehingga bisa langsung ditranslokasikan ke Taman Nasional Gunung Palung,” ujar drh. Ayu Budi Handayani, Manager Perawatan Satwa yang turut serta dalam kegiatan ini.

“Diperkirakan orangutan ini berasal dari kawasan TNGP sehingga lokasi ini dipilih sebagai tempat translokasi,” tambahnya lagi.

Orangutan yang diberi nama Nemung ini langsung ditranslokasikan di hari yang sama.

Sementara itu penyelamatan induk dan bayi orangutan baru bisa terlaksana pada tanggal 9 Desember setelah tim HOC menemukan mereka pada tanggal 8 Desember. Setelah menemukan induk dan anak orangutan tersebut, tim HOC memantau mereka sembari menunggu tim rescue datang.

Tim Rescue IAR serta tim dari BKSDA menuju ke lokasi pada subuh hari untuk melakukan penyelamatan induk dan bayi orangutan. Setelah persiapan obat, dilakukan pembiusan dengan senapan bius. Induk orangutan dan bayinya bisa ditangkap dengan selamat.

“Meskipun agak kurus, tapi secara umum kondisi induk dan anak ini baik. Induknya masih bisa memproduksi susu. Hal ini merupakan salah satu pertanda kondisinya cukup sehat untuk memberi makan bayinya,” jelas drh Ayu Handayani.

Induk orangutan dan bayinya yang bernama Mama Rindi dan Baby Rindi ini ditranslokasikan ke TNGP di hari itu juga. Seperti pada translokasi Nemung, kegiatan pelepasan ini melibatkan 6 orang porter dari Dusun Parit Bugis yang merupakan pintu masuk ke kawasan TNGP.

Kegiatan translokasi ini berjalan lancar. Ketika pintu kandang dibuka, Mama Rindi melesat keluar sambil menggendong bayinya dan naik ke pohon Jambu Monyet serta membuat sarang di sana.

Rescue orangutan ini di daerah Semanai, masih merupakan orangutan yang korban dari kebakaran hutan di tahun 2015” ujar Karmele Llano Sanchez, Direktur Program IAR Indonesia.

Sudah lebih dari 40 individu orangutan yang diselamatkan dari kebakaran di tahun 2015 hingga 2016. Kebakaran tahun 2015 benar-benar menghancurkan habitat orangutan. Diperkirakan sekitar 20-30% habitat orangutan hancur dan membuat ratusan orangutan terusir dari habitatnya.

Perlindungan habitat orangutan dan terutama pencegahan kebakaran hutan dan perlindungan lahan gambut adalah sangat penting untuk menyelamatkan orangutan dari kepunahan. (ds)

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Coblos Surat Suara Sisa, Petugas KPPS Jambi Dipidana

24 Februari 2024 - 22:57 WIB

Cabuli Anak Tirinya, Pria 40 Tahun di Bondowoso Ditangkap

24 Februari 2024 - 17:45 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2024

24 Februari 2024 - 17:13 WIB

Subhanallah, Pria di Situbondo Meninggal Saat Sujud Shalat Ashar Berjamaah di Masjid

24 Februari 2024 - 06:40 WIB

Bupati Karna Suswandi, Panen Raya Padi BK 01

23 Februari 2024 - 21:01 WIB

Pemkab Situbondo Segera Cairkan Honor Ribuan Linmas yang Tertunda

23 Februari 2024 - 17:58 WIB

Trending di Daerah