Situbondo,reportasenews.com – Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dr.Ir Sumarjo Gatot Irianto bersama Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Budi Eko M, Kamis (9/3) melakukan panen raya di areal pertanian Desa Juglangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jawa Timur.
Pria kelahiran Halmahera Tengah, Maluku Utara juga melihat langsung proses tanam padi serentak Kodim 0823 Stubondo, tepatnya di areal persawahan di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji Situbondo.
“Saya mentargetkan serapan gabah petani mencapai 4 juta ton. Target tersebut harus dipenuhi selama enam bulan ke depan, terhitung Maret 2017.”kata Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto, Kamis (9/3).
Menurutnya, untuk mendukung target serapan gabah petani, pemerintah menerbitkan peraturan menteri pertanian No 3 tahun 2017. Terbitnya aturan ini memberi kewenangan terhadap Bulog untuk membeli gabah di luar kualitas sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp.3.700 per kilogram.
“Gabah di luar kualitas adalah gabah yang kadar airnya diatas 25 hingga 30 persen, dan kotorannya maksimum 15 persen, itu dibeli seharga Rp3.700 per kilogram,”beberya.
Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI menambahkan, jika kunjungan kerjanya ke Situbondo juga untuk menyampaikan kepada publik bahwasanya dengan perpres yang ada saat ini, Bulog berada di bawah kendali Kementan RI.
“Sehingga selama 6 bulan ke depan, mulai dari Maret, Bulog berada di bawah kendali Menteri Pertanian dalam hal menyerap gabah petani,”imbuhnya.
Pria kelahiran Halmahera Tengah, Maluku utara ini optimis mampu mencapai target yang ditentukan pemerintah, mengingat pada musim hujan berkepanjangan, harga gabah anjlok karena kadar airnya tinggi, disitulah pemerintah hadir untuk membeli gabah petani dalam bentuk pembelian di luar kualitas.
“Pemerintah mentargetkan ini sesuai dengan kondisi yang terjadi, apalagi pemerintah sudah memberikan sarana prasarana pertanian kepada sejumlah petani,” terangnya.
Kehadiran Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto, juga ingin memastikan luas tambah tanam sesuai dengan target yang telah disepakati, supaya panen padi ada sepanjang tahun. Hal ini untuk mengantisipasi gejolak harga padi saat musim tanam tiba.
“Oktober sampai Desember ini kan periode tanam, tapi harga tidak bergejolak, artinya, bahwa upsus yang didukung oleh petani dan bersinergi dengan pertanian berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pertanian Pemkab Situbondo Ir Farid Kuntadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan Kementan RI, yang akan membeli harga gabah petani diluar kualitas, sesuai dengan HPP, yakni Rp.3.700 per-kilogram.(fat)
