JAKARTA, REPORTASE-Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan ketidakstabilan politik tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah faktor luar yang memang menginginkan Indonesia, tidak aman.
“Perang ekonomi  terutama pangan, air dan energi di sekitar Indonesia telah terjadi, itu menjadi ancaman yang nyata. Ada peak of theory dengan turunnya harga minyak, berubahnya model bisnis ke digital,  krisis ekonomi, meningkatnya kejahatan atau konflik,  depresi ekonomi,†jelasnya, dalam diskusi di program ILC (Indonesia Lawyer Club) di TV One, Selasa malam.
Menurut Gatot, dengan permasalah itu maka akan terjadi hancurnya tatanan masyarakat kompetisi global. Kehancuran itu, dipicu oleh kompetisi perebutan sumber daya alam dunia yang terbatas.
“Dunia ini telah kelebihan beban. Daya dukung sumber daya alam hanya mampu menampung 3 miliar manusia, sementara tahun depan diperkirakan jumlah populasi dunia sudah mencapai 8 miliar orang. Artinya, akan terjadi perebutan sumber daya alam untuk memberi makan,†katanya.
Potensi konflik di Indonesia, juga makin tinggi karena letak strategisnya. Dengan luas wilayah yang subur untuk bercocok tanam, sumber minyak bumi dan luas laut, merupakan sumber-sumber ekonomi yang selalu menjadi incaran negara-negara besar.
“Saya selalu ingatkan, pertikaian di Laut China Selatan tidak berdiri sendiri. Ada campur tangan asing yang kentara untuk meluaskan pengaruh. Ini yang harus selalu diwaspadai,†ingatnya. (tat/pr)
