Menu

Mode Gelap

Daerah · 4 Des 2023 20:30 WIB ·

Pekerjakan Anak Dibawah Umur Jadi PSK, Dua Tersangka Kasus TPPO Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara


					Pekerjakan Anak Dibawah Umur Jadi PSK, Dua Tersangka Kasus TPPO Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Perbesar

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, saat realese prostitusi online.

 

Situbondo, reportasenews.com – Mempekerjakan tiga anak dibawah umur asal Kabupaten Sumedang Jabar sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat, dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dua orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus TTPO, yakni RM (21) asal Penganggaran, Kabupaten Lebak, Banten ini, berperan untuk mencatat setiap tamu atau pelanggan yang datang. Sedangkan tersangka DK (28) asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berperan sebagai operator sebagai aplikasi michat.

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan, dalam mengungkap kasus prostitusi online di salah satu hotel di Kota Situbondo, sebetulnya petugas berhasil mengamankan lima orang, namun dua orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus TPPO tesebut.

“Sedangkan tiga orang remaja putri yang juga berhasil diamankan, mereka menjadi korban dan diperkerjakan sebagai PSK di Situbondo melalui aplikasi michat,”ujar Kapolres AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Senin (4/12/2023).

Kedua tersangka akan dijerat pasal 2 (Jo) Pasal 12 Atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Kedua tersangka terancam hukuman kurungan penjara maksimal selama 15 tahun,”bebernya.

Lebih jauh AKBP Dwi Sumrahadi menegaskan, modus operandi kedua tersangka berbagi peran, tersangka DK menawarkan tarif melalui aplikasi michat antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu, sedangkan tersangka RM mencatat setiap tamu yang datang. Bahkan, RM juga menyiapkan kebutuhan tiga remaja yang dipekerjakan sebagai
PSK.

“Selain itu, berdasarkan pengakuan tersangka DK, mereka mengaku empat melakukan praktik prostitusi online melalui aplikasi michat,”pungkasnya.

Sementara itu, tersangka berinisial DK mengatakan, sebelum membuka bisnis prostitusi online di salah satu hotel di Kota Situbondo, sebelumnya dirinya membuka bisnis lendir di Kota Jember dan Banyuwangi.

“Namun, baru empat hari membuka prostitusi online melalui aplikasi michat, saya dan RM ditangkap,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim opsnal Polres Situbondo, Minggu (3/12/2023) berhasil membongkar praktik prostitusi online melalui aplikasi MiChat di salah satu hotel di Kota Situbondo, Jawa Timur.

Selain berhasil mengamankan tiga remaja putri, yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online di Kota Situbondo, namun tim opsnal Polres Situbondo juga mengamankan dua pria, yang diduga beperan sebagai operator aplikasi MiChat dan GM prostitusi online tersebut.(fat)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polda Kalsel Ungkap 14 Kasus Tambang Ilegal Dalam Operasi Peti Intan 2024

17 Juli 2024 - 16:27 WIB

Kapolri Pastikan Hasil Pengusutan Kasus Vina Cirebon akan Disampaikan Secara Transparan

17 Juli 2024 - 16:04 WIB

Satgas Pamtas RI Gagalkan Penyeludupan 35,9 Kilogram Sabu dan 35 Ribu Butir Pil Ekstasi di Sambas-Pontianak

17 Juli 2024 - 15:38 WIB

Usai Dilantik, AKBP Rezi Dharmawan Resmi Jabat Kapolres Situbondo

17 Juli 2024 - 15:06 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pejabat Pemprov Jambi di Tes Urine Secara Mendadak

17 Juli 2024 - 14:52 WIB

Perampok Bersenjata Beraksi, Gasak Sejumlah Uang dan Barang Konter HP di Tanjab Barat

17 Juli 2024 - 14:08 WIB

Trending di Daerah