Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Mei 2024 12:21 WIB ·

Penambangan Emas Ilegal di Jambi Diduga Libatkan Aparat Desa dan Polisi


					Penambang Emas Ilegal di Jambi diduga melibatkan sejumlah aparat desa termasuk anggota polisi. (foto: dok RN). Perbesar

Penambang Emas Ilegal di Jambi diduga melibatkan sejumlah aparat desa termasuk anggota polisi. (foto: dok RN).

Jambi, reportasenews.com – Penambangan emas ilegal (PETI) di Dusun Sungai Telang, Bungo, Jambi, sejak 2020 dikeluhkan warga karena merusak lingkungan dan mencemari sungai yang menjadi warga sekitar seperti untuk kebutuhan air minum, memasak dan mandi. Penambangan emas ilegal ini diduga melibatkan sejumlah orang mulai dari warga sipil, kepala desa hingga polisi.


Antony, warga Dusun Sungai Telang, mengatakan pertambangan emas tanpa izin (PETI) mengakibatkan air sungai menjadi keruh

“Sungai semakin keruh karena PETI. Sebagian warga buat sumur, padahal sebelumnya tidak perlu,” katanya, Sabtu (18/5/), dikutip dari CNN.com.

Selain warga, dampak dari PETI ini juga dikeluhkan para santri. Pengurus Pondok Pesantren Babul Muarrif Sangi Timbolasi, Tengku Amri, mengatakan sejumlah santri sempat mengalami gatal-gatal diduga karena menggunakan air sungai.

“Itu menjadi masalah. Anak pondok pesantren ini sering gatal-gatal, tapi kita ndak tau ya apakah penyebabnya air sungai atau penyakit pondok,” ujarnya.

Siapa pelakunya?
Dilansir CNNIndonesia.com, sebelas warga sipil terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Salah satunya bernama Pori. Setelah ditahan selama setahun, Pori kembali berburu emas di Dusun Sungai Telang.

Rio atau kepala desa Dusun Sungai Telang, Ramaini mengonfirmasi bahwa Pori kembali lagi melakukan aktivitas ilegal itu.

“Ya, dulu pernah ditangkap polisi. Yang Bahrul aku ndak tahu, kalau yang Pori jelas bawa alat berat masuk,” katanya dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ramaini sendiri diduga terlibat di balik aktivitas itu. Ia bahkan dikabarkan menerima uang Rp11 juta dari pelaku PETI. Namun, kepala desa itu membantah.

“Iya, membantah. Siapo yang kasih info itu? Tunjukkan kepada awak,” katanya.

Tidak hanya warga, sejumlah anggota kepolisian juga diduga terlibat dalam PETI. Salah satunya berinisial D yang membawa alat berat masuk ke Dusun Sungai Telang.

Reportasenews.com berusaha menghubungi Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Sedangkan Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono menyerahkan kepada Bidang Humas Polda Jambi.

“Silakan ke Kabid Humas, terima kasih,” kata Irjen Rusdi.
Kasubbdit Penmas Bidang Humas Polda Jambi Kompol Amin Nasution mengatakan masyarakat bisa melapor ke Propam Polda Jambi terkait dugaan keterlibatan anggota polisi dalam PETI di Dusun Sungai Telang.

“Silakan masyarakat membuat laporan pengaduan atau laporan resmi ke Propam Polda Jambi untuk ditindaklanjuti. Kami tidak pandang bulu, yang namanya ilegal tetap kita tindak,” katanya.

Sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga dikabarkan warga terlibat dalam aktivitas PETI. Terkait hal ini, Komandan Kodim 0416/Bute Letkol. Inf Arief Widyanto pun sempat mendapatkan informasi sejumlah anggota TNI yang terlibat dalam PETI.

Ia sedang menindaklanjuti informasi tersebut. Namun, ia terkendala karena belum mempunyai bukti, misalnya berupa video.

“Pernah ada informasi dari teman-teman masyarakat bahwa ada yang membeking kegiatan tersebut. Saya tanyakan dan bilang siapa pun oknumnya segera lapor dengan segala bukti ke instansi Kodim atau ke instansi oknum itu sendiri. Saya sendiri bertanggung jawab atas seluruh anggota TNI yang ada di wilayah Bungo,” ujarnya, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (11/5).

Arief menyampaikan aktivitas PETI di Sungai Telang sempat berhenti. Namun, aktivitas ilegal ini terjadi kembali. Para anggota TNI, kata Arief, siap membantu masyarakat, pemerintah daerah, dan Polri dalam upaya menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

“Sudah diusir oleh masyarakat, tahu-tahu ada lagi. Bila ada aparatur TNI yang meresahkan masyarakat, langsung melaporkan,” katanya.
Penambangan emas ilegal di Dusun Sungai Telang berada tidak jauh dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Jaraknya berkisar 500 sampai 700 meter.

Kepala Bidang Pengelolaan Balai TNKS Wilayah I Jambi, Muhammad Zainuddin mengatakan sejak awal PETI masuk di Dusun Sungai Telang pihaknya sudah mewanti-wanti. Pihaknya langsung mengerahkan tim untuk melakukan patroli.

“Posisi PETI secara administratif memang masih berada di luar kawasan taman nasional. Sekitar setengah kilometer dari kawasan. Kita terus monitoring itu kan. Juga berkomunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Setidaknya, mayoritas masyarakat di sana menolak penambangan emas ilegal. Masyarakat secara tidak langsung membantu menjaga taman nasional.

“Masyarakat di sana tidak mau lingkungannya tercemar,” ujarnya. (tan)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

LBH Mitra Santri, Gugat Bupati Karna Suswandi ke PN Situbondo

22 Juni 2024 - 20:25 WIB

Viral di Medsos, Siswa SDN 1 Cottok Juara 1 Kid Atletik O2N Situbondo Gagal ke Provinsi

22 Juni 2024 - 18:51 WIB

Dinilai Tuntutannya Rendah, Kuasa Hukum Korban Ancam Laporkan JPU ke Jamwas

21 Juni 2024 - 18:53 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Meninggal di Mekkah

21 Juni 2024 - 18:46 WIB

PPDB SMPN 8 Kota Madiun Terima Titipan Siswa, Tolak Peserta Luar Kota?

21 Juni 2024 - 16:38 WIB

Dalam Kasus Bank Centris Kemenkeu Menjadi “Pengecut”

21 Juni 2024 - 15:22 WIB

Trending di Hukum