Site icon Reportase News

Penderita DBD di Situbondo Terus Bertambah Jadi 41 Orang

Salah sorang penderita DBD tengah dirawat di RSUD Situbondo. (Foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mewabah di Kabupaten Situbondo. Bayangkan saja, hingga akhir Januari Tahun2019 ini,  jumlah penderita penyakit akibat  gigitan nyamuk aedes aegypti di Situbondo mencapai 41 penderita.

Namun, dari jumlah total sebanyak 41 penderita DBD di Kabupaten Situbondo pada awal tahun 2019 ini, sebagian besar penderita DBD  tersebut  diketahui masih  balita dan anak-anak.

Bahkan, sebanyak 41   penderita penyakit DBD di Kabupaten Situbondo itu, tersebar pada 12  kecamatan dari  jumlah total  sebanyak 17 kecamatan di Kabupten Situbondo, Jawa Timur.

Abu Bakar menegaskan, pada musim hujan tahun ini,  pihaknya juga menggalakkan program Gesit Batik atau Gerakan Situbondo Bebas Jentik. Lewat gerakan tersebut, pihaknya sengaja menggandeng banyak pihak untuk menggiatkan gerakan membasmi jentik nyamuk. Termasuk dengan gerakan 3M Plus.

“Dengan Gesit Batik ini kita sengaja melibatkan unsur Kecamatan, Puskesmas, maupun sekolah-sekolah untuk aktif melaksanakan sosialisasi kepada warga, dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” kata  Abu Bakar Abdi, Senin (28/1/2019).

Berdasarkaa data dari Dinkes Situbondo, sebanyak 41 penderita DBD tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Situbondo. Dengan rincian, di Kecamatan Mangaran,  Kecamatan Bungatan, masing-masing lima penderita DBD, sedangkan  di Kecamatan Kapongan dan Situbondo, masing-masing empat penderita, di Kecamatan Panji, tercatat sebanyak enam  penderita DBD.

Sedangkan  di Kecamatan Panji sebanyak  tiga penderita DBD, Besuki tercatat sebanyak tiga penderita DBD,   di Kecamatan Jangkar, Kendit, dan Kecamatan  Jangkar,  Kecamatan Arjasa, masing-masing sebanyak dua penderita DBD, namun khusus di Kecamatan Suboh dan Kecamatan Jatibanteng,  Situbondo,   masing-masing hanya  satu orang penderita DBD.(fat)

Exit mobile version