Jayapura, reportasenews.com – Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa,SH.MH menegaskan, penemuan mayat yang diduga dibunuh di Kwamki Narama Senin (3/7) merupakakan tindak kriminal murni. Kejadian in tidak ada hubungannya dengan Pilkada yang sedang berlangsung dan juga ada hubungannya dengan perdamaian yang sudah dilaksanakan di Kwamki Narama.
Kami tegaskan, penemuan mayat di Kwamki Narama tidak ada hubungannnya dengan Pilkada Mimika,” kata Wakapolres Mimika ketika konfirmasi di Gedung Eme Neme Yauware. Menurutnya, apa yang terjadi merupakann criminal murni. Biarkan pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Tidak boleh orang memprediksi kejadian tersebut yang membuat suasana menjadi tambah gaduh.
Hal ini tidak ada hubungannya dengan perang suku yang sudah berakhir. Biarkan pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Jangan disangkutpautkan dengan hal yang lain.
Wakapolres, sudah menyampaikan hal tersebut kepada pihak keluarga. Ketika dibawa ke rumah sakit dan di otopsi dan dibawa keluarga ke rumah duka serta dimakamkan sesuai dengan iman dan agama yang dianut oleh almarhum. Namun apabila ada yang oknum atau warga yang mempertahankan keinginannya untuk jenasah di bakar, tegas Wakapolres, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengamankanya. Hal seperti ini, tidak boleh lagi di budayakan. Tidak boleh ada lagi rekayasa budaya dengan membunuh orang untuk beroferia dalam duka cita.
Hal ini sudah disampaikan kepada pihak keluarga. Dan Kita tegaskan tidak boleh ada oknum atau warga yang menginginkan jenasah untuk di bakar, kita akan amankan. ” Ujar Wakapolres.(riy )
