Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 12 Des 2016 19:30 WIB ·

Pengrajin Logam Pasuruan Gulung Tikar Akibat Banjir Spare Part Pabrikan


					Kampung pesisir utara Kota Pasuruan, di Kelurahan Mayangan ini, sejak puluhan tahun dikenal sebagai kampung para pengrajin logam khususnya spare part kendaraan bermotor Perbesar

Kampung pesisir utara Kota Pasuruan, di Kelurahan Mayangan ini, sejak puluhan tahun dikenal sebagai kampung para pengrajin logam khususnya spare part kendaraan bermotor

Pasuruan, reportasenews.com – Kondisi para pengrajin logam tradisional yang berada Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur terancam gulung tikar. Pasalnya, sejak 2 tahun ini pemesanan dari beberapa daerah terus berkurang seiring banjirnya spare part produksi pabrikan ke pasaran.

Berkurangnya orderan spare part kendaraan bermotor ini, tentu saja mengurangi omzet para pengrajin logam yang tersebar di wilayah pesisir Kota Pasuruan tersebut. Bahkan saat ini jumlah pengrajin dari kelas menengah ke bawah mulai menghentikan usahanya dari pada merugi.

Sedangkan untuk bertahan, mereka mengandalkan pesanan dari pabrikan besar untuk mengerjakan onderdil atau spare part kendaraan bermotor yang diperlukan saja,

“Kondisi ini banyak pengrajin yang hentikan usahanya, “ujar Agus Salim, seorang pengrajin logam asal Kelurahan Mayangan, Senin (12/12).

Di rumah Agus Salim, yang sekaligus digunakan sebagai tempat untuk memproduksi spare part kendaraan bermotor itu, saat ini tidak banyak melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Karena tidak ada pesanan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Agus Salim bersama 20 karyawannya mampu mengerjakan berbagai pesanan spare part mesin kapal, komponen mesin pabrik atau logam untuk variasi sepeda motor kendaraan bermotor dari bahan logam.

“Dengan kenyataan itu bagaimana lagi namanya usaha tentunya ada pasang surutnya. Terpaksa pekerjaan dihentikan karena pesanan dari pelanggan tidak ramai lagi. Dengan kondisi ini, karyawan banyak yang dirumahkan, “jelasnya.

Diakuinya, faktor lain yang juga menjadi penyebabnya karena saat ini sudah ada pabrik yang mulai memproduksi orderdil atau spare part kendaraan bermotor yang biasanya dikerjakan oleh pengrajin logam.

“Untuk tetap memproduksi, kami hanya mengerjakan pesanan beberapa kursi dan meja yang terbuat dari logam. Selain itu juga menunggu pesanan dari pabrikan yang tidak biasa kami kerjakan dan itupun pesanannya jumlah terbatas, “urai Agus dengan pesimis.

Seperti diketahui kampung pesisir utara Kota Pasuruan, di Kelurahan Mayangan ini, sejak puluhan tahun dikenal sebagai kampung para pengrajin logam khususnya spare part kendaraan bermotor. Mereka selama ini banyak yang melakukan usahanya hingga turun temurun.

Selain itu, kampung pengrajin ini juga berdekataan dengan Perusahaan BUMN yakni PT Boma Stork yang memproduksi baja dan mesin besar.

Lantaran sepi, banyak pekerja logam saat ini beralih menjadi nelayan. (abd)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

780 TPS Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang

21 Februari 2024 - 16:20 WIB

Diduga Kelelahan, Penyelenggara Pemilu di Situbondo Dilarikan ke Rumah Sakit

21 Februari 2024 - 16:03 WIB

AHY dan Hadi Tjahjanto Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN dan Menkopolhukam

21 Februari 2024 - 14:10 WIB

Dua Anak Bupati di Jambi Diprediksi Bakal Melenggang Menuju Kursi DPRD Provinsi

21 Februari 2024 - 12:04 WIB

Tawuran Dua Kelompok Gangster di Jambi, Satu Orang Tewas Terkena Sajam

21 Februari 2024 - 11:28 WIB

Beli Dua Mobil Pakai Cek Kosong, Warga Situbondo Ditangkap

20 Februari 2024 - 20:36 WIB

Trending di Daerah