Menu

Mode Gelap

Hukum · 21 Okt 2016 12:34 WIB ·

Pola Rekrutmen ISIS: Indoktrinasi Hingga Rayuan Cinta


					Pelaku Penusukan Polisi Mengaku Pengikut ISIS. (Foto: Istimewa) Perbesar

Pelaku Penusukan Polisi Mengaku Pengikut ISIS. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REPORTASE-Laporan dari para saksi mata yang menyebutkan pelaku penyerangan polisi, Sultan Azianzah (22), sebelumnya menempelkan stiker yang mirip bendera ISIS di pospol Cikokol, Tangerang Selatan, semakin menguatkan bukti bahwa pelaku dipengaruhi paham radikal ISIS yang kejam.

Perilaku Sultan yang bertolak belakang dengan kedua kakaknya yang menjadi Polisi, notabene abdi Negara, menjadi menarik karena dia seperti sudah dicuci otak oleh ISIS.

Dalam laporannya yang mendalam mengenai sepak terjang ISIS di Indonesia, BBC  menemukan adanya sejumlah masjid di Jakarta yang digunakan untuk merekrut anggota kelompok militan Negara Islam atau ISIS. Ini membuktikan bahwa sebagian masjid di Indonesia telah disusupi kelompok pendukung terorisme.

Hal itu juga diungkapkan guru besar sosiologi Islam di Prof Doktor Bambang Pranowo dan peneliti radikalisme Doktor Najib Azca dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

“Mereka melakukan infiltasi (menyusup) ke masjid yang pengurusnya lemah secara keagamaan, itu yang mudah disusupi,” kata Bambang Pranowo, guru besar sosiologi islam  di Universitas Islam Negeri (UIN).

Walaupun jumlah masjid yang disusupi “tidak banyak,” tetapi menurut Najib Azca, “ada kantong-kantong masjid yang menyimpan dukungan kepada kelompok teroris seperti ISIS.”

Diduga kelompok militan pendukung ISIS menyusupi masjid-masjid yang pengurusnya lemah dalam soal keagamaan.

Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh abc.net.au,  menyebutkan, ada pertemuan tertutup yang digelar sekelompok orang pendukung ISIS di masjid As-Syuhada di kawasan Jakarta pusat.

Dalam pertemuan tersebut, pemimpinnya mempropagandakan sistem kekhalifahan yang dipraktekkan oleh kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak.

Mereka juga mengkampanyekan agar peserta pertemuan itu bergabung dengan Negara Islam di Suriah.

Liputan itu juga menyebutkan sedikitnya ada lima masjid di Jakarta yang digunakan untuk mengkampanyekan dukungan kepada ISIS, termasuk masjid Al Fataa di kawasan Menteng, Jakarta.

Laporan terpisah yang dibuat oleh kajian independen, menyebutkan ada tiga pola rekruetmen yang sering digunakan. Mereka direkrut untuk bergabung ke Suriah, atau menjadi agen tidur di negaranya masing-masing.

1.Indoktrinasi

ISIS diam-diam melakukan indoktrinasi melalui pengajian-pengajian ekskusif dan kelompok-kelompok religius yang fanatik dengan menanamkan pentingnya berjihad.

Para perekrut ISIS ini adalah orang-orang yang sangat ahli menguasai kejiwaan seseorang/kelompok sehingga dapat memengaruhi mereka agar berjuang dengan mengatasnamakan Allah.

Seakan-akan tidak ada jalan lain ke surga kecuali berjihad bersama ISIS. Orang-orang yang tidak memiliki keseimbangan mental, sangat mudah menjadi mangsa ISIS.

Jika kita melihat seseorang yang tadinya supel dan ramah kemudian menjadi tertutup dan mengubah penampilannya secara drastis, ada kemungkinan dia telah menjadi korban indoktrinasi.

  1. Bayaran Tinggi

Kesulitan ekonomi yang membelit masyarakat Indonesia membuat banyak orang putus asa. ISIS tahu akan hal ini. Karena itu ISIS memberikan iming-iming gaji atau bayaran yang tinggi kepada siapa saja yang mau bergabung dengan ISIS.

Konon, mereka dibayar antara Rp 20 juta- Rp 150 juta perbulan, tergantung dimana dia bertugas atau ditempatkan. Kelompok perempuan biasanya ditugaskan di dapur umum yang menyediakan makanan bagi para anggota ISIS. Sedangkan laki-laki lebih banyak dipersiapkan untuk pertempuran.

  1. Rayuan Cinta

Indikasi bergabungnya gadis-gadis dan perempuan muda, tidak hanya karena dibawa oleh keluarganya. Kasus yang terjadi di Eropa, gadis-gadis ingin masuk ISIS karena terbujuk oleh rayuan cinta teroris tampan.

Mereka berkenalan di dunia maya melalui sosial media. ISIS memang merambah sosial media untuk mencari pengikut, dan itu tak terbatas laki-laki atau perempuan. Gadis-gadis muda yang memang mudah terpesona pada paras tampan pria, adalah mangsa empuk bagi jaringan teroris internasional ini.

Demikianlah cara-cara yang telah digunakan ISIS untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya dari seluruh dunia.

Kita tidak bisa menutup mata akan bahaya ini. Setidaknya, jika ada sesuatu yang mencurigakan, patutlah kita waspadai dan kita laporkan pada pihak yang berwenang. (tat/berbagai sumber)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sutan Adi Hendra Dampingi Al Haris Maju Pada Pilgub Jambi

20 Mei 2024 - 19:31 WIB

Henry Subiyakto : Starlink Bisa Dimanfaatkan Oleh Sparatis OPM

20 Mei 2024 - 18:45 WIB

Heboh Sesosok Mayat Pria Dalam Gardu PLN di Pontianak

20 Mei 2024 - 17:22 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 16/TK Karya Bhakti bersama Masyarakat Perbatasan Perbaiki Akses Jalan

20 Mei 2024 - 13:03 WIB

Ahmad Ditemukan Tewas Setelah Bermain di Lanting Terjatuh ke Sungai Kapuas

20 Mei 2024 - 09:59 WIB

Sah, Sutarmidji – Ria Norsan Bersama Lanjutkan!

19 Mei 2024 - 13:02 WIB

Trending di Daerah