Menu

Mode Gelap

Hukum · 20 Jan 2022 14:39 WIB ·

Politikus PDIP Arteria Dahlan Dipolisikan Majelis Adat Sunda


					Arteria Dahlan, politkus PDIP. (foto:istimewa) Perbesar

Arteria Dahlan, politkus PDIP. (foto:istimewa)

Bandung, reportasenews.com  – Pernyataan politikus PDIP Arteria Dahlan terkait pernyataannya yang meminta Jaksa Agung memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi karena menggunakan bahasa Indonesia dalam rapat DPR berbuntut panjang.

Majelis Adat Sunda bersama perwakilan adat Minang dan sejumlah komunitas ada kesundaan melaporkan politikus PDIP Arteria Dahlan ke polisi atas pernyataan dia yang menyinggung Jaksa Agung agar memecat seorang kepala kejaksaan tinggi karena berbahasa Sunda dalam rapat DPR.

“Iya, kami hari ini melaporkan saudara Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang telah menyatakan dalam berita yang viral di Youtube dan media sosial meminta mencopot kepala kejaksaan tinggi yang berbicara dalam rapat menggunakan bahasa Sunda,” kata Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagja Husein di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (20/1), dikutip CNNIndonesia.com.

Menurut Ari, pernyataan Arteria Dahlan yang disampaikan dalam rapat di Gedung DPR sudah menyakiti perasaan masyarakat Sunda bahkan masyarakat daerah lain  juga merasa tersinggung atas ucapan politkus PDIP tersebut.

Ari menyangkakan Arteria pada Pasal 32 UUD 1945 ayat 2 yang mana setiap warga negara harus memelihara bahasa daerah, bukannya melarang bahasa daerah. Serta UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Lebih jauh Ari menuturkan, pernyataan kontroversial tersebut bisa saja dialami bukan hanya orang Sunda. Namun juga suku lain di Indonesia.

Sebelumnya, Poltikus PDIP Arteria Dahlan meminta Jaksa Agung agar memecat oknum Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda dalam rapat. Hal itu dia sampaikan dalam rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1).

“Ada kritik sedikit, Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati Pak, yang dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” kata Arteria. (*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

IPW Dorong Perseteruan Perwira Polri Dengan Mertua dan Adik Iparnya Diakhiri Secara Damai

27 Mei 2022 - 22:17 WIB

DPDR Gelar Paripurna PAW Anggota Fraksi PDIP Sisa Masa Jabatan 2019-2024

27 Mei 2022 - 19:44 WIB

IPW Minta Presiden Jokowi Perintahkan Panglima TNI Jelaskan Penghentian Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101

27 Mei 2022 - 17:10 WIB

Pastikan Keamanan Perayaan Kenaikan Isa Al Masih, Polres Ngawi Perketat Gereja

26 Mei 2022 - 17:12 WIB

Gairahkan Otomotif Ngawi Lebih Bergengsi, Black Hoe Racing Team Hadir Ditengah Masyarakat

25 Mei 2022 - 16:24 WIB

Presiden Buka Forum Kebencanaan GPDRR di Bali

25 Mei 2022 - 14:45 WIB

Trending di Nasional