Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Mar 2024 14:29 WIB ·

Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Hilirisasi di Smelter Grade ALUMINA Refinery, Mempawah


					Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Hilirisasi di Smelter Grade ALUMINA Refinery, Mempawah Perbesar

Dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat, Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri mengunjungi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah. (foto Humas Adpim Pemprov Kalbar).

 

Mempawah, reportasenews.com – Usai meresmikan Bandara Singkawang, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo berkesempatan untuk meninjau secara langsung kemajuan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang berada di Kabupaten Mempawah, pada Rabu (20/3/2024).

Dengan didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lassarus, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Bupati Mempawah Erlina, serta pimpinan perusahaan, Presiden RI Joko Widodo meninjau secara detail proses pembangunan PSN tersebut.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan rasa optimistisnya terkait proyek pembangunan smelter tersebut bakal rampung pada Juni 2024.

“Saya hanya ingin memastikan bahwa progresnya sesuai dengan perencanaan dan selesai pertengahan tahun depan, Insya Allah di pertengahan 2024 sudah selesai,” ungkap Jokowi.

Optimisme tersebut didasari dari hasil verifikasi terakhir progres pembangunan Smelter Grade Alumina Refrenery (SGAR) yang dilakukan oleh tim investasi dan Kementerian terkait yang telah mencapai 85 persen.

“Kita masuk ke bauksit di sini, karena biji bauksit yang paling banyak itu memang berada di Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan.

Presiden juga menekankan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor alumina. Presiden menyebut bahwa nantinya alumina yang diproduksi di SGAR akan dikirim ke Kuala Tanjung untuk diolah ‘menjadi aluminium.

“Saya kira ini akan menjadi substitusi impor sehingga devisa kita tidak keluar, bisa menyimpan devisa lebih banyak lagi,” ungkap Presiden.

Presiden pun berharap proyek SGAR dapat selesai pada Juni 2024 mendatang dan akan beroperasi penuh pada awal tahun 2025. Presiden juga mengungkapkan bahwa visi integrasi industri ini dengan sektor lainnya, seperti pembuatan komponen kendaraan listrik, yang akan melibatkan bahan baku nikel dan tembaga.

“Ini adalah pekerjaan besar, ekosistem besar yang mau kita bangun ini. _Body_-nya mungkin dari aluminium, kemudian ev _battery_-nya dari nikel masuk, yang untuk apa tembaganya untuk komponen-komponen yang lain, kabel, dan lain-lain jadi satu terintegrasi,” ucap Presiden.

Sedangkan terkait upaya percepatan pembangunan smelter, Presiden menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari rencana yang sudah berjalan, dengan nikel dan tembaga sebagai komponen yang juga sedang dikembangkan.

“Itu yang kita harapkan sehingga semuanya efisien, barangnya kompetitif, bisa bersaing dengan barang-barang dari negara lain. Golnya kesana,” pungkasnya. (tim)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun, Apdesi Situbondo Gelar Syukuran

13 Juli 2024 - 16:23 WIB

Keroyok Seorang Perempuan, Bapak dan Anak di Situbondo Dipolisikan

12 Juli 2024 - 22:10 WIB

Bawa Sajam Saat Konvoi, Puluhan Anggota PSHT Diamankan

12 Juli 2024 - 17:16 WIB

Warga Usir Truck Tangki Bermuatan Limbah

12 Juli 2024 - 17:11 WIB

Andri Tedjadharma : Bukan Centris Pengemplang BLBI tapi Bank Indonesia Mengemplang Centris !!!

11 Juli 2024 - 20:48 WIB

Gerebek Rumah Warga, Tim Opsnal Polres Situbondo Amankan 348 Botol Miras

11 Juli 2024 - 20:47 WIB

Trending di Daerah