Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Mei 2023 17:27 WIB ·

Problematika Sampah di Kota Pontianak, kurang Kesadaran Masyarakat


					Problematika Sampah di Kota Pontianak, kurang Kesadaran Masyarakat Perbesar

Gunungan sampah di TPA Batulayang  (foto Adi Saputro)

 

Pontianak, Kalimantan Barat, reportasenews.com – Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batulayang, kota Pontianak, Kalimantan Barat, bagi sebagian orang adalah sesuatu yang jorok dan sumber penyakit. Bau yang menyengat kuat, dan banyaknya lalat, tak membuat puluhan pemulung barang bekas ini merasa jijik. Mereka malah menjadikan gunungan sampah ini menjadi sumber mata pencaharian.

Adi, salahsatu pemulung yang ditemui di TPA Batulayang mengatakan, sampah-sampah yang diangkut truk sampah dari sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) ini selalu menjadi rebutan pemulung.

Mereka mengais barang-barang bekas yang bisa dijual kembali dari tumpukan sampah.

Barang yang bercampur dengan sampah lainnya ini dipilah dengan gancu seperti botol plastik bekas kemasan air mineral dan kardus adalah benda yang paling diburu pemulung karena sifatnya yang mudah dijual ke penampungan dan mudah didaur ulang.

“Daripada nganggur, makin tahun makin susah mencari pekerjaan. Dua tahun terakhir ini bekerja sebagai pemulung. Sehari paling tinggi Rp 50.000. Dalam sehari, bisa mengumpulkan barang mencapai 30 sampai 40 kg sampah plastik dan kardus yang kemudian dijual ke penampungan,” kata Adi, pemulung.

TPA Batu layang menjadi lokasi terakhir penampungan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang tersebar di 38 titik di kota Pontianak.

dan pemulung mencari dan mengumpulkan barang bekas yang bisa dijual kembali.

Sampah dari TPS ini diangkut dengan 90 kontainer dengan jumlah angkutan sampah sebanyak 42 unit.

Harus diakui persoalan sampah di kota Pontianak sepenuhnya belum tertangani dengan baik.

Dinas Lingkungan Hidup kota Pontianak mengakui masih rendahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam membuang sampah pada tempat sampah yang ada. Bahkan persoalan sampah yang kini menjadi sorotan adalah banyaknya sampah-sampah yang berserakan di tempat rekreasi dan pusat keramaian seperti taman Akcaya, taman Catur, taman Sepeda dan waterfront city Kapuas.

“Jumlah produksi sampah di kota Pontianak mencapai 401 ton per hari. Sampah ini dibuang masyarakat ke TPS, kita punya 42 angkutan, ada 32 titik penampungan sampah. Tolonglah masyarakat buang sampah ke TPS yang ada,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Pontianak, Syarif Usmulyono, kepada wartawan, Selasa (23/5/2023).

Dia menjelaskan dari 401 ton sampah itu, yang bisa dikelola sampah sekitar 24 persen, yang diangkut ke TPA, itu sekitar 74 persen, ada sekitar 1,4 persen yang dibuang ke sembarang tempat. Kendalanya, kata dia, banyak masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Dari total sampah tersebut, sebesar 22,49 % pengurangan sampah di TPST/TPS3. Sebanyak 75,99 % penanganan sampah yang bisa dikelola, sisanya sebesar 1,52 % yang tidak masuk di TPST maupun di TPA ini yg mungkin kita sebut sampah liar yang dibuang masyarakat di tanah kosong, sungai , parit , saluran dan lain,” jelasnya.

“Itu penyebabnya, masyarakat kurang tereduksi oleh kesadaran membuang sampah pada tempat yang ditentukan. Kami terus mengedukasi masyarakat, melalui forum hijau dan komunitas masyarakat, tapi masih banyak masyarakat byajg membuang sampah ke sungai dan parit. Persoalan sampah ini butuh partisipasi masyarakat. Terutama kawasan di tempat hiburan, dan pusat keramaian, orang orang seenaknya buang sampah sembarangan, padahal telah diedukasi,” tegasnya.

Penanganan persoalan sampah ini harus menjadi perhatian serius dari masyarakat untuk sadar dan pedulinya menjaga lingkungan tetap bersih.

Persoalan sampah yang dibuang di sembarangan tempat tak lagi bisa diatasi dengan sekedar himbauan. Selain pendekatan, masyarakat juga harus terus menerus diberikan edukasi mengubah cara pandang masyarakat mengenai sampah.

Selain dengan cara tersebut, Syarif Usmulyono mengatakan pihaknya akan mengusulkan pengadaan kamera pengawas yang akan dipasang di sejumlah titik yang rawan terjadinya pelanggaran terutama yang rawan masyarakatnya membuang sampah di sungai ataupun saluran air.

Pengaturan pembuangan sampah terjadwal juga sudah diterapkan sejak lama dimana masyarakat hanya boleh membuang sampah pada TPS mulai pukul 16.00 sore hingga pukul 06.00 pagi hari dimana pembuangan sampah terjadwal ini untuk memudahkan pengangkutan sampah oleh armada angkutan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah.

Penerapan aturan pembuangan sampah terjadwal di telah diatur di dalam Peraturan Daerah kota Pontianak nomor 12 tahun 2021 tentang pengelolaan sampah.

“Sebagai wujud penerapan aturan pembuangan sampah terjadwal ini, adalah juga ditempatkan petugas pengawasan di titik-titik di TPS sehingga masyarakat bisa teratur membuang sampah pada tempatnya,” ucap Syarif Usmulyono.

Persoalan sampah bukan karena kurangnya tempat sampah yang tersedia tetapi lebih karena perilaku masyarakat yang kurang peduli dan sadar membuang sampah pada tempatnya. (das)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Unggul di Survey Nasdem, Nalim Makin Optimis Maju Pilkada Merangin 2024

15 Juni 2024 - 21:51 WIB

Ratusan Pembalap Sejumlah Daerah di Indonesia, Meriahkan Balap Sepeda Tour De Rengganis

15 Juni 2024 - 18:42 WIB

Satgas Yonkav 12/BC Terima Penyerahan Senjata dari Warga

15 Juni 2024 - 18:36 WIB

Reaksi Cepat TNI Mengejar OPM Serta Merebut Distrik Bibida

15 Juni 2024 - 18:31 WIB

Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Aparat Pemerintah Jangan Main-Main dengan Penegakan Hukum…!!!

15 Juni 2024 - 10:29 WIB

JPU Hadirkan 8 Saksi, Penyebab Meninggalnya Siswa MTS Situbondo Terungkap

14 Juni 2024 - 18:43 WIB

Trending di Daerah