Site icon Reportase News

 Produksi Garam di Kabupaten Pasuruan Mulai Menggeliat

Petani garam yang memulai memanen hasil garamnya saat cuaca kemarau pada bulan ini. (Foto abd)

Pasuruan, reportasenews.com– Kalangan petani garam yang tersebar di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Desa Gerongan dan Kalirejo, Kecamatan Kraton, serta Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim, seiring memasuki musim kemarau ini dan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mendorong untuk dapat memproduksi garam sesuai  target selama setahun.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nurhandoyo mengatakan, pihaknya mentargetkan dapat memproduksi garam hingga mencapai 15.250 ton di tahun ini.”Target ini insya Allah bisa dicapai sesuai harapan disamping kondisi cuaca yang mendukung saat ini,” tandasnya pada wartawan, Jumat (18/5/2018).
Pihaknya cukup optimis meski diperkirakan tidak dapat mencapai 100%, akan tetapi setidaknya seluruh petani garam telah menggunakan sistem geo isolator sebagai metode dalam memproduksi garam, serta memaksimalkan 6 rumah prisma yang telah dibangun di Kecamatan Lekok. Sehingga hasil panen bisa dicapai dengan baik dan terkontrol.
Menurutnya target dalam setahun diupayakan secara maksimal karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Disamping kesiapan para petani garam sendiri.“Persiapan sudah selesai dilakukan oleh para petani garam, dan sekarang sudah mulai produksi, baik yang geo isolator maupun rumah prisma,” tandas Slamet, yang giat melakukan sosialisasi program ini.
Dikatakan, keberhasilan sistem rumah prisma, para petani garam tak hanya sudah memproduksi garam, melainkan panen meski jumlahnya tidak sebanyak dengan menggunakan metode geo isolator. Rumah prisma di Desa Tambaklekok hanya berukuran 7 X 7 meter, tiap sekali panen hasilkan antara 2-2,5 ton garam. Sedangkan dengan geo isolator bisa panen hingga dua, tiga bahkan berlipat lipat dari rumah prisma.
Untuk luasan tambak garam di Kabupaten Pasuruan mencapai 243,2 hektar, dengan rincian 150,7 hektar tersebar di Desa Raci, Kecamatan Bangil, 71,5 hektar di Desa Gerongan, 13,5 hektar di Desa Kalirejo, serta 7,5 hektar di Desa Tambaklekok. Untuk mencapai target tahunan, pihaknya mendapat bantuan perbaikan saluran air dan pembangunan jalan produksi garam dari Pemprov Jatim sebesar Rp 600 juta.
Bantuan tersebut lanjut Slamet baru akan direalisasikan antara bulan Juli-Agustus mendatang. Menurutnya bahwa
saat ini masih dalam tahapan lelang, diperkirakan usai lebaran baru kelar.Tak hanya bantuan dari Pemprov saja, Pemerintah Pusat juga memberikan pinjaman dengan bunga 4% setahun yang diperuntukkan bagi para petani garam di Kabupaten Pasuruan.
Slamet menambahkan, pinjaman itu nilainya tak terbatas. Karena itu pihaknya berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.“Syaratnya memang harus punya jaminan, karena ini adalah pinjaman bunga murah. Besarannya beragam tergantung kemampuan petani, ada Rp 25 juta bisa dengan BPKB. Tapi kalau nilainya diatas Rp 100 juta atau Rp 500 juta dengan jaminan sertifikat tanah atau rumah,” pungkasnya. (abd)
Exit mobile version