Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 14 Jun 2022 19:34 WIB ·

Proses Legalisasi Dokumen Lebih Mudah, Kemenkumham Luncurkan Layanan Apostille


					Proses Legalisasi Dokumen Lebih Mudah, Kemenkumham Luncurkan Layanan Apostille Perbesar

Bali, reportasenews com Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menginisiasi untuk memudahkan proses legalisasi dokumen publik asing melalui hadirnya layanan Apostille.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly mengatakan layanan tersebut merupakan pengesahan tanda tangan pejabat, pengesahan cap serta segel resmi dalam suatu dokumen publik melalui pencocokan dengan spesimen melalui satu instansi yakni Kemenkumham selaku Competent Authority.
“Hadirnya Layanan Apostille mampu memangkas rantai birokrasi legalisasi dokumen menjadi satu langkah,” kata Yasonna saat meluncurkan Layanan Apostille di The Trans Resort Seminyak, Bali (14/06).
Yasonna berharap diluncurkannya layanan ini, memudahkan masyarakat untuk bisa memenuhi persyaratan legalisasi 66 jenis dokumen publik yang menjadi standar dalam pengajuan visa dan pendaftaran pernikahan, maupun persyaratan pendidikan dan pelatihan di luar negeri seperti ijazah, transkip nilai serta dokumen publik lainnya.
“Kemudahan satu langkah penerbitan Sertifikat Apostille dapat langsung digunakan di 121 Negara Pihak Konvensi Apostille dan dapat mendukung lalu lintas dokumen publik antarnegara menjadi lebih cepat,” ujar dia.
Yasonna menambahkan, dalam era digital ini diperlukan adanya kecepatan termasuk dalam pelaksanaan bisnis untuk mendatangkan investasi, dengan perijinan yang lebih mudah.
“Kebijakan pemangkasan bureaucratic red tape ini diharapkan dapat berkontribusi membangun reputasi Indonesia sebagai negara ramah investasi dan diikuti dengan meningkatnya kepercayaan pelaku bisnis untuk menanamkan modal,” kata dia.
Yasonna juga menjelaskan Layanan Apostille merupakan hasil dari disahkannya Convention of 5 October 1961 Abolishing the Requirement of Legalisation for Foreign Public Documents (Konvensi Apostille). Selanjutnya pemerintah melalui Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 pada tanggal 5 Januari 2021 dan membuat Indonesia bergabung menjadi negara Konvensi Apostille pada tanggal 5 Oktober 2021.
“Keberhasilan Indonesia mengaksesi Konvensi Apostille ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengkaji manfaat konvensi-konvensi lain di bawah naungan Hague Conference on Private International Law (HCCH) sebagai organisasi internasional yang menjadi melting pot dari sistem-sistem hukum yang berbeda untuk mengembangkan dan menyusun instrumen hukum dalam rangka unifikasi dan harmonisasi hukum perdata internasional,” kata dia.
Yasonna menambahkan, keberhasilan Indonesia mengaksesi Konvensi Apostille diharapkan juga bisa mendukung langkah Indonesia menjadi pemegang kunci dalam pengembangan hukum perdata internasional untuk menjawab tantangan dan kebutuhan global.
Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Cahyo R. Muzhar menambahkan sejak layanan Apostille berlaku di Indonesia sejak tanggal 4 Juni 2022 atau 10 hari setelah berlaku, sudah ada 2.918 permohonan dimana sebagian dokumen yang dimohonkan adalah dokumen notaris terkait kegiatan bisnis, dokumen pendidikan seperti ijazah dan transkrip nilai, serta dokumen kependudukan.
Angka tersebut lebih tinggi dari permohonan layanan legalisasi konvensional pada tahun 2021 yang rata-rata mencapai 1.913 permohonan dalam 10 hari. Peningkatan permohonan tersebut mencerminkan animo tinggi dari masyarakat dalam menyambut berbagai kemudahan yang ditawarkan layanan Apostille.
“Kedepannya, Kemenkumham khususnya Ditjen AHU akan terus meningkatkan layanan dengan meningkatkan layanan Apostille manual ini menjadi layanan Apostille secara elektronik atau e-Apostille,” kata Cahyo. (tam)
Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kemenkeu, Bank Indonesia & Bank Centris dalam Pusaran Kasus BLBI

29 April 2024 - 01:15 WIB

Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusif BI Pusat Apresiasi UMKM Batik Sawit Mitra KPW BI DIY pada IBSE 2024

27 April 2024 - 14:32 WIB

Pembeli Tanah Lelangan Satgas BLBI yang Sedang Berperkara Bisa Digugat

26 April 2024 - 07:51 WIB

UKMK Sawit BPDPKS Sm-art Batik Promosikan Batik Sawit di IBSE 2024

25 April 2024 - 14:07 WIB

Ini Alasan Bank Centris Selama 20 Tahun Tidak Melakukan Gugatan 

24 April 2024 - 20:38 WIB

Dua Pengedar Sabu Ditangkap Sat Narkoba Polres Binjai

24 April 2024 - 13:58 WIB

Trending di Daerah