Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 15 Mar 2024 21:04 WIB ·

Proyek Plengsengan Sebesar Rp100 juta di Desa Wonokoyo, Diduga Dikerjakan Asal-asalan


					Proyek Plengsengan Sebesar Rp100 juta di Desa Wonokoyo, Diduga Dikerjakan Asal-asalan Perbesar

Kondisi proyek plengsengan di Dusun Belumbeng, Desa Wonokoyo, yang dikeluhkan warga.

 

Situbondo, reportasenews.com – Proyek plengsengan di Dusun Belumbeng, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Situbondo disoal warga setempat. Pasalnya, proyek dengan anggaran sebesar Rp100 juta, dengan sumber anggaran Kemenaker RI Tahun 2023, diduga dikerjakan asal-asalan.

Akibat dikerjakan asal-asalan, pengerjaan proyek plengsengan di Dusun Belumbeng, Desa Wonokoyo, diketahui sudah banyak yang retak. Padahal, pengerjaannya baru selesai pada akhir tahun 2023 lalu, dengan pelaksana CV Almukhtaramia.

“Saya lihat pengerjaan proyek plengsengan di dusun belumbeng, tidak menggunakan pondasi. Makanya, proyek plengsengan tersebut cepat rusak. Padahal, pengerjaannya baru selesai pada akhir 2023 lalu,”ujar Misyanto, salah seoramg warga Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Jumat (15/3/2024)

Kholik, ketua kelompok masyarakat Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan mengatakan, diakui dirinya sebagai ketua kelompok yang mengajukan proyek plengsengan tersebut. Namun, setelah uang proyek sebesar Rp100 cair, justru sejumlah uang proyek tersebut diambil Dani.

“Sehingga saya tidak mengetahui pengerjaan proyek plengsengan tersebut. Sebab, begitu uang proyek sebesar Rp100 cair, uangnya langsung diminta oleh Dani,”katanya.

Lebih jauh Kholik menjelaskan, diakui awalnya yang menyuruh membentuk kelompok masyarakat Dani, karena dia mengaku punya proyek Jasmas dari salah seorang anggota DPR RI. Itupun yang membuat proposal Dani, dirinya hanya menandatangi proposal sebagai ketua.

“Saat itu, Dani mengaku punya proyek Jasmas salah seorang DPR RI, sehingga Dani yang membuat proposal, saya hanya disuruh membentuk kelompok masyarakat, dan menandatangani proposal pengajuan yang dibuat Dani,”pungkasnya.

Sementara itu, Dani, yang disebut-sebut memegang proyek plengsengan. dari Kemenaker RI sebesar Rp100 juta, saat dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat. Bahkan, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WA juga tidak balas. (fat)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Liburan Lebaran, Polres Situbondo Siagakan Kapal Patroli di Wisata Pantai

13 April 2024 - 14:10 WIB

Nelayan Hamili Anak Kandung Dilaporkan ke Polisi

12 April 2024 - 21:05 WIB

Dua Rumah Milik Bapak dan Anak di Situbondo Ludes Terbakar

12 April 2024 - 19:09 WIB

Kapal Klotok Tenggelam di Sungai Kapuas,  Enam Penumpang Selamat

12 April 2024 - 13:19 WIB

Roda Depan Bermasalah, Bus Masuk Saluran Irigasi di Jalur Pantura Situbondo

11 April 2024 - 17:45 WIB

Suasana Sholat Idulfitri di Lapangan Merdeka Terbaru

11 April 2024 - 16:34 WIB

Trending di Daerah