Probolinggo, reportasenews.com – Menyusul berkurangnya ketersediaan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, yang mencapai 10.194 ton pada tahun 2017 ini, membuat para petani resah, karena tidak memenuhi kebutuhan, dan beralih pada pupuk non subsidi.
Untuk membantu mengurangi beban petani atas berkurangnya pupuk bersubsidi, di sejumlah daerah di Jawa Timur, PT Petrokimia Gresik membuka gerai pertanian Petromart di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Petromart menjual secara retail produk pupuk non subsidi dan produk pengembangan seperti produk hayati, benih, produk olahan pangan, serta pestisida dan ini telah dibuka di sembilan daerah di Jawa Timur, yakni Gresik, Bojonegoro, Nganjuk, Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Tuban, Batu dan Malang. Namun, di Kabupaten Probolinggo, sendiri di pusatkan di wilayah dataran tinggi, yakni di Kecamatan Sukapura.
“Kalau saya setuju saja, dengan adanya petromart ini, segmen pasarnya sudah jelas, untuk masyarakat modern. Jika ini nantinya berkembang, berarti petani sejahtera,”ujar Timbul Prihanjoko, Wakil Bupati Probolinggo, Jumat (26/5).
Hanya saja, kata Timbul, jika nantinya ini menurun, berarti tidak ada dampak signifikan terhadap perkembangan petani. ”Harapan saya harus berkembang, tidak hanya di Sukapura saja, di dataran rendah juga harus, yang tanam tembakau, bawang dan padi. Artinya dua hal sama-sama berjalan. Jadi bukan hanya perusahaannya yang berkembang, melainkan petani juga harus berkembang,” tutur Timbul.
Sementara dikatakan Arif Fauzan, Direktur Teknik & Pengembangan Petrokimia Gresik, sejak pertama kali diluncurkan, Petromart mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Selain menjawab kebutuhan petani di desa, juga menyasar kebutuhan pertanian dan perkebunan masyarakat perkotaan.
“Kami akan terus mengevaluasi kinerja Petromart dan hasil evaluasinya akan menjadi dasar bagi kami dalam pengembangan Petromart ke depan,” tutup Arif, kepada wartawa, saat hadir Sukapura Probolinggo.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, pada tahun 2016 lalu, kuota pupuk bersubsidi masih terbilang memenuhi kebutuhan bagi para petani, yakni alokasi pupuk tersebut mencapai 85.065 ton.(dic)

