Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Agu 2023 12:48 WIB ·

Quick Respon Polsek Pulau Maya Karimata, mendatangi TKP Karhutla


					Quick Respon Polsek Pulau Maya Karimata, mendatangi TKP Karhutla Perbesar

Aparat Polsek Pulau Maya Karimata  memadamkan api yang terpantau hotspot yakni di Desa Tanjung Satai Dusun Kepuyu Kecamatan Pulau Maya.

 

Pulau Maya, Kalimantan Barat, reportasenews.com – Sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau saat ini, Polsek Pulau Maya Karimata, Polres Kayong Utara hingga kini masih terus berupaya untuk memaksimalkan pemantauan di wilayah hukum Polsek Pulau Maya Karimata.

Kapolsek Pulau Maya Karimata Ipda SR Sembiring mengatakan bahwa, masyarakat harus tetap waspada dan dapat bersama-sama untuk mengantisipasi terjadi karhutla.

Karena karhutla jelas akan sangat berdampak terhadap kelestarian hutan, maupun dampak lainnya.

Sehingga, peran serta semua pihak sangat diharapkan dalam mengantisipasi terjadinya karhutla tersebut.

“Sebelumnya pada Selasa (229/8/2023), Polsek Pulau Maya Karimata juga telah melakukan pengecekan dan juga pemadaman api yang terpantau hotspot yakni di Desa Tanjung Satai Dusun Kepuyu Kecamatan Pulau Maya sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya, Selasa (29/8/2023).

Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi ternyata benar bahwa ada kebakaran lahan, dan saat itu juga langsung diupayakan untuk pemadaman.

Dengan adanya kejadian itu tentu pihaknya kembali menghimbau kepada masyarakat agar masyarakat yang ingin membuka lahan tidak dengan cara dibakar.

“Kita minta warga yang hendak membuka lahan untuk perkebunan itu tidak dilakukan dengan cara dibakar, karena saat ini juga tengah terjadi pemanasan global bahkan musim kemarau, sehingga sangat rentan terjadi kebakaran, terutama hutan dan lahan,” ujarnya.

Kemudian Kapolsek menegaskan akan memproses Hukum bagi Masyarakat yang Membakar Lahan Maupun Hutan Sesuai Dengan Maklumat Kapolda KalBar Nomor : MAK/1/VIII/2023 Kemudian Tercantum Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.

Untuk itu, kata dia, pihaknya juga kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lahan yang sering menjadi munculnya titik api.

Apabila muncul titik api yang masih kecil itu diharapkan agar cepat dilakukan pemadaman, sehingga tidak menyebar menjadi besar.

“Saya juga menekankan agar tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan. Sekarang ini kita dihadapkan dengan cuaca panas yang ekstrim. Jika melakukan pembakaran maka api akan mudah menyebar,” pungkasnya.(*)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Unggul di Survey Nasdem, Nalim Makin Optimis Maju Pilkada Merangin 2024

15 Juni 2024 - 21:51 WIB

Ratusan Pembalap Sejumlah Daerah di Indonesia, Meriahkan Balap Sepeda Tour De Rengganis

15 Juni 2024 - 18:42 WIB

Satgas Yonkav 12/BC Terima Penyerahan Senjata dari Warga

15 Juni 2024 - 18:36 WIB

Reaksi Cepat TNI Mengejar OPM Serta Merebut Distrik Bibida

15 Juni 2024 - 18:31 WIB

Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Aparat Pemerintah Jangan Main-Main dengan Penegakan Hukum…!!!

15 Juni 2024 - 10:29 WIB

JPU Hadirkan 8 Saksi, Penyebab Meninggalnya Siswa MTS Situbondo Terungkap

14 Juni 2024 - 18:43 WIB

Trending di Daerah