Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Jun 2022 18:28 WIB ·

Ratusan Petani Plasma Sawit PT. PSP HPI Agro Unjuk Rasa di DPRD Kalbar dan Kantor Gubernur


					Aksi 300 massa Petani plasma kebun sawit PT. PSP HPI Agro yang berlangsung di Gedung DPRD Kalbar. Massa meminta revisi MoU yang selama ini menguntungkan perusahaan. Aksi massa berlangsung tertib (foto-foto Adi Saputro)  Perbesar

Aksi 300 massa Petani plasma kebun sawit PT. PSP HPI Agro yang berlangsung di Gedung DPRD Kalbar. Massa meminta revisi MoU yang selama ini menguntungkan perusahaan. Aksi massa berlangsung tertib (foto-foto Adi Saputro) 

Pontianak, Kalbar, reportasenews.com – Ratusan massa Petani plasma PT. PSP HPI Agro menuntut meminta keadilan bagi hasil plasma sawit PT. PSP,  serta revisi MoU perjanjian yang menguntungkan pihak perusahaan, Kamis (23/6/2022) sekitar pukul 10.13 WIB.

Massa yang datang mengendarai 50 mobil pribadi dari Desa Nusapati, Kabupaten Mempawah terlebih dahulu mengelar aksi di halaman Gedung DPRD Kalbar dan menemui sejumlah anggota dewan.

Usai mengelar orasi dan penyampaian tuntutan petani plasma kebun kelapa sawit ini, massa bergerak ke Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Aksi sekitar 300 massa petani plasma kebun kelapa sawit ini terbilang eksklusif. Beberapa spanduk dan banner berisi tuntutan telah disiapkan matang berupa cetak print sehingga semua tuntutan petani plasma kebun kelapa sawit ini terlihat jelas.

Massa meminta Gubernur Kalimantan Barat mencabut izin PT. PSP HPI Agro sebelum adanya revisi perjanjian tersebut. Serta meminta Gubernur Kalimantan Barat segera menuntaskan tuntutan enam Desa petani plasma terhadap PT. PSP HPI Agro selama 12 tahun.

“Mereka membohongi kami, ini tanah leluhur kami . Kalau mereka tidak mau berdamai, minta cabut izinnya, ” tegas Koordinator Lapangan Aksi Petani Plasma PT. PSP HPI Agro, Jailani AK di depan anggota DPRD Kalbar.

“Bagi hasil yang dijanjikan tidak berpihak kepada petani plasma,” ujarnya.

“Satu hektar kami, hanya dapat dibayar Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu, cuma kami masih cara – cara santun, kami masih mau berdamai melalui koperasi kami. Bisa saja kami anarkis tapi tidak kami lakukan, minta tolong DPRD untuk membuat pansus menangani persoalan kami, ” imbuhnya.

Jailani menyebutkan, lahan yang jadi plasma kebun kelapa sawit sekitar 2.000 hektar, sisanya adalah kebun inti. Total keseluruhan lahan sekitar 5.000 hektar. Sementara, petani plasma kebun kelapa sawit PT. PSP HPI Agro ini sekitar 2.500 orang dibawah naungan Koperasi Mitra Sejahtera.

“Perjanjian awal kan, 70 : 30, mereka 70 persen, kita petani hanya 30 persen. Tau-taunya di dalam perjalanan, 30 untuk jatah petani plasma ini pun dipotong kembali 50 persen untuk operasional perusahaan mereka, itu kata mereka,” kesalnya.

“Tolonglah kami, kami kesini memperjuangkan nasib kami, demi meperjuangkan kezaliman yang dilakukan PT. PSP HPI Agro,” ucapnya.

“Kalau bapak ibu tidak mau berangkat ke kantor Gubernur Kalbar tidak masalah, anggota komisi II DPRD Kalbar yang temui kami ada tiga anggota dewan, kami akan ke kantor Gubernur meski tak ada anggota dewan ikut bersama kami mendampingi, ” ujarnya.

Aksi massa sekitar 300 orang dengan mengendarai 50 mobil pribadi ini mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mereka berangkat sejak pukul 08.00 WIB dari Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, kabupaten Mempawah.

“Terkait bagi hasil, semuanya ada di revisi MoU, point-point itulah yang sering terjadi wan prestasi dan MoU ini bisa digugurkan demi petani plasma di Kabupaten Mempawah, ” tutupnya.

Aksi massa ini dilanjutkan ke Kantor Gubernur Kalimantan Barat siang itu juga. (das)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-76, Polsek Padas Banjir Penghargaan Dan Prestasi

6 Juli 2022 - 13:45 WIB

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

Trending di Daerah