Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Nasional · 19 Nov 2016 14:48 WIB ·

Ratusan  Warga Protes Pelaksana Pembangunan Jalan Tol Penyebab Pemotor Kerap Jatuh dan Pencemaran Lingkungan


					Belasan Perwakilan Warga Dipertemukan Dengan PT SMJ di Mapolsek Sragi (FOTO: RB) Perbesar

Belasan Perwakilan Warga Dipertemukan Dengan PT SMJ di Mapolsek Sragi (FOTO: RB)

PEKALONGAN, REPORTASE – Gerah, karena aksi protes sebelumnya tidak diperhatikan, ratusan warga di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu Siang (19/11), melakukan aksi protes ke pihak PT SMJ (Sumber Mitra Jaya),  pelaksana pembangunan jalan tol Pekalongan.

Aksi protes ini, juga dilakukan oleh pedagang makanan setempat. Unjuk rasa warga dan para pedagang ini  dimediasikan oleh Polres Pekalongan, di Mapolsek Sragi, untuk dipertemukan dengan pihak PT SMJ, selaku pelaksana proyek.

Perwakilan warga dan para pedagang ini, mengeluhkan, mobilasi truk-truk pengangkut material tanah yang kurang tertib, membuat jalan raya licin bila hujan kerap menimbulkan kecelakaan dan berdebu bila panas.

“Saya merasa kasihan pada warga yang melintas jalan raya, kerap jatuh terlibat kecelakaan, karena jalan licin. Terutama ibu-ibu,” Ujar Suharjo, selaku Lurah Sragi di hadapan SMJ.

Menurut Suharjo, dengan banyaknya tanah liat yang tumpah dijalanan, membuat ruas jalan raya licin dan berakibat para pemotor berjatuhan.

“Itu kalau hujan. Beda lagi kalau panas, menjadi banyak debu. Kasihan pedagang makanan di pasar, menjadi kurang laku,” tambahnya.

Hal senada dikatakan oleh Anggota DPRD F PAN,  Mardiyanto. Menurut Mardiyanto, dengan kondisi seperti itu, merugikan warga maupun para pedagang.

“Masalahnya kalau tidak licin ya berdebu. Kasihan warga kecil terganggu,” Katanya.

Sebelumnya, aksi protes telah dilakukan warga pada pihak pengembang namun hanya diberikan janji-janji saja.

“Kami sudah protes. Namun mereka hanya janji akan merapikan. Sampai saat ini, ini, ini, terjadi,” jelas Muslih, warga di Perumnas Griya sragi.

Menurut Muslih, akibat debu yang parah, warga setempat terserang radang saluran pernafasan, dan masih dirawat di rumah sakit.

“Dulu hanya berjanji, dari pihak pengembang melalui mador akan dikeruk dan 2 jam sekali disemprot,  namun belum terealisasi,” Katanya.

Dalam unjukrasa tersebut, warga meminta debu dan tanah yang berterbangan di jalan untuk dibersihkan terlebih dahulu, baru proyek jalan tol boleh jalan lagi.

Sementara itu, perwakilan dari  PT. SMJ, yakni Suraj, dihadapan perwakilan warga, akan melakukan pembersihan tanah di jalan, yang akan dilaksanakan paling lambat Senin  besok (21/11).

Aksi sendiri berjalan damai, dengan pengawalan petugas kepolisian Polsek Sragi.‎ (RB)

 

 

 

Caption: belasan perwakilan warga dipertemukan dengan PT SMJ di Mapolsek Sragi.

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Rumah Autis di Bogor Roboh Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras

21 April 2024 - 20:12 WIB

Semangat Kartini Sm-art Batik: UKMK Batik Sawit BPDPKS yang Libatkan 50-an Pembatik Perempuan

21 April 2024 - 09:53 WIB

Hilang Saat Memancing, Riko Ditemukan  tewas di Pulau Gelam

20 April 2024 - 20:34 WIB

Dua PSK, Satu Mucikari Serta Seorang Pria Hidung Belang Diamankan Satpol PP Situbondo 

20 April 2024 - 10:03 WIB

Ratusan Santri Asal Pulau Raas Madura, Mulai Kembali ke Ponpes Situbondo

19 April 2024 - 20:19 WIB

15 Kilogram Sabu dari Malaysia Masuk Ke Kalbar, Seorang Kurir Berhasil Diringkus

19 April 2024 - 19:04 WIB

Trending di Daerah