Site icon Reportase News

Real Battle at Old Trafford

Manchester United vs Arsenal di Theatre of Dreams/Foto: Fab Newz

“Manchester United vs Arsenal di Theatre of Dreams, Panggung Awal Mimpi Juara!”

Penulis:  Iwan Ahmad Sudirwan (mantan Producer/Penyiar BBC World Service – London)

Partai keras pada hari Sabtu ini (matchday ke-12) tak hanya menjadi tontotan yang paling dinantikan oleh para penggemar Liga Primer di seluruh dunia, namun juga jadi test penentu sejauhmana Manchester United maupun Arsenal punya kualitas untuk memenangkan kompetisi di kasta tertinggi liga Inggris musim 2016-2017!

For a simple reason, Manchester United (di Inggris biasa disingkat Man U), adalah klub Inggris dengan jumlah fans terbesar di seantero jagad mencakup mereka yang berjumlah ratusan juta di Asia termasuk Indonesia. Sementara, Arsenal sebagai klub papan atas Inggris juga memiliki basis fans yang tak kalah besar dan fanatik di banyak negara. Gooners (begitu sapaan untuk fans yang berjulukan the Gunners ini) jumlahnya sangat signifikan di Indonesia, bahkan di setiap benua.

Persaingan antara kedua klub sepanjang era Liga Primer berlangsung sengit dan penuh intrik. Ini juga tentang rivalitas antara dua kota, Manchester dan London, dengan culture dan history sepakbola yang sudah berlangsung lama, penuh drama dan sama-sama punya catatan hebat dalam persepakbolaan Inggris. Tambahkan fakta lain yakni rivalitas antara kedua Manager, Arsene Wenger dan Jose Maurinho, yang sungguh panas sejak lama.

Klasemen saat ini bisa menipu. Kenapa? Betul, bahwa Arsenal kini ada di papan atas, dengan raihan 24 poin dari 11 pertandingan dan menempatkan klub kota London ini di peringkat 4, sedangkan Man U baru mengumpulkan 18 poin dari jumlah laga yang sama. Tetapi, mengingat sekarang baru memasuki sepertiga musim kompetisi, maka jelas apapun masih mungkin terjadi dalam konteks persaingan menuju gelar juara. Perbedaan enam poin antara keduanya jelas sangat tipis, bahkan jika dibandingkan dengan peringkat teratas Liverpool yang mengumpulkan 26 poin. Fakta ini saja sudah memadai untuk memasukkan Manchester United dan Arsenal ke dalam kelompok tim-tim kandidat juara Liga Primer musim ini.

Iwan Ahmad Sudirwan (mantan Producer/Penyiar BBC World Service – London

Kunci: Duel Para Pemain Terbaik di Lapangan Tengah!

Man U lawan Arsenal merupakan partai yang dapat dikategorikan sebagai salah satu derby of England! Sebagian publik sepakbola boleh saja mengatakan partai Manchester United vs Liverpool lebih layak disebut partai derby of England sesungguhnya. Namun, dalam konteks persaingan mereka kali ini, Manchester United dan Arsenal punya every reason untuk menyajikan performa terbaik dan mengalahkan lawan dalam partai yang paling disorot ini.

Tuan rumah Man U akan tampil di stadion kebanggaan mereka, Old Trafford yang ditakuti oleh semua lawan, dan wajib mengamankan tiga poin guna mendongkrak posisi mereka ke papan atas sekaligus mulai memberikan real pressure terhadap penguasa klasemen sementara Liverpool.

Poin maksimal atas Arsenal juga dibutuhkan Man U guna membuat gugup Chelsea dan Manchester City, klub tetangga yang dianggap suka berisik (a noisy neighbour) seperti dikatakan oleh Sir Alex Ferguson manager legenda Red Devils.

Selain faktor Jose Mourinho, yang mengarsiteki Man U pasca pemecatan Louis van Gaal pada musim panas lalu, Manchester United kini memiliki pemain-pemain baru, para bintang, terutama Zlatan Ibrahimovic dan Paul Pogba sang pemain termahal dunia yang kembali ke Old Trafford usai ditransfer dari raksasa Italia Juventus. Para pemain Man U pun saat ini tengah berada dalam psychological mood yang sangat positif, imbas kemenangan mereka pada partai terakhir liga sebelum jeda international lalu ketika mereka mengalahkan Swanse City 3-1, di kandang lawan.

Bayangkan midfielder sekaliber Pogba yang mulai menemukan form terbaiknya dan memimpin barisan gelandang Man U, didampingi Michael Carrick, Juan Mata dan Jesse Lingaard, untuk menopang serangan yang mengandalkan Wayne Rooney dan, mungkin sekali, si anak muda Marcus Rashford, setelah Zlatan Ibrahimovic tidak dapat diturunkan pada laga kontra Arsenal ini karena suspension. Manchester United wajib memenangkan partarungan di lapangan tengah melawan Arsenal yang juga memiliki barisan gelandang berkelas semisal Aaron Ramsey (jika dimainkan), Granit Xhaka, Santi Cazorla dan pemain kreatif, si nomor 10, Mesut Oezil.

Dengan syarat Mourinho menurunkan Michael Carrick untuk mendampingi Paul Pogba di lapangan tengah guna menopang Juan Mata, Jesse Lingaard dan sang kapten Wayne Rooney dalam mengkreasi peluang bagi Marcus Rashford atau Anthony Martial, sangat terbuka peluang bagi Man U untuk mencetak gol-gol dan menang atas Arsenal. Namun, ada condition lain.

Dominasi Manchester United di lapangan tengah masih mungkin diimbangi oleh Arsenal bila para gelandang tuan rumah memberi ruang atau terlambat menutup pergerakan para gelandang kreatif Arsenal khususnya Mesut Oezil dan Santi Cazorla.

Power versus Creativity!

Disini akan dibuktikan siapa yang lebih unggul, Pogba-Carrick atau Oezil-Xhaka/Coquelin. Bila Mourinho ingin memastikan penguasaan midfield maka seyogianya dia menurunkan Michael Carrick, dan bukan Ander Herrera, untuk mendampingi Paul Pogba.

Saya melihat, sejak awal musim, bahwa Carrick paling pas untuk diandalkan sebagai gelandang jangkar yang bermain sedikit di belakang Pogba. Selain memiliki defensive quality,  Carrick juga selalu tepat dan efektif dalam positioning dan reading the game. Walaupun sebenarnya mampu melakukan overlapping, Carrick adalah satu dari sedikit pemain senior dalam skuad Man U yang punya natural character sebagai gelandang bertahan.

Keberadaannya membuat seorang Pogba lebih bebas untuk naik menyerang, berkombinasi, dan memberi garansi supply bola bagi para striker. Skema ini terbukti ampuh saat Man U menjungkalkan Swansea. Pada partai ini pula Ibra kembali mencetak gol sementara Pogba sendiri menciptakan gol lewat tendangan volley yang indah, dan untuk pertama kalinya pula dalam musim ini Manchester United tampil percaya dirin dan memperlihatkan potensi aslinya. Akankah Mourinho kembali memainkan Carrick?

Kombinasi Carrick-Pogba di kubu Man U, dalam formasi 4-2-3-1 atau 3-4-3, sebenarnya menjanjikan dua hal sekaligus yakni power dan stability. Sedangkan untuk kreativitas pasukan Mourinho masih perlu Juan Mata. Merekalah, bersama Lingaard, yang akan menentukan pertarungan lawan Arsenal yang telah siap menantang dengan mengandalkan Aaron Ramsey/Francis Coquelin, Granit Xhaka dan Mesut Oezil.

Ancaman bagi Man U semakin besar dan nyata andai Arsene Wenger, sang Profesor yang mengarsiteki Arsenal, memutuskan memainkan juga Santi Cazorla, seorang pemain kreatif yang sukar diduga arah manuver dan passingnya. Jika benar Cazorla fit, dan turun sebagai starter bersama Oezil, maka Arsenal boleh dibilang memiliki sedikit advantage dari aspek creativity. Apalagi jika sang Professor tetap membolehkan Oezil bermain bebas ala pemain nomor 10. Cazorla-Oezil akan memanjakan Alexis Sanchez dan Theo Walcott di barisan depan.

Bomber vs Goalkeeper!

Laga ini diprediksi akan menyajikan aksi-aksi hebat di setiap lini, di setiap jengkal lapangan, termasuk di depan gawang masing-masing tim. Dipastikan penjaga gawang kedua tim akan sangat sibuk sepanjang dua kali 45 menit.

Di bawah mistar Arsenal kiper utama Peter Chech memerlukan cover yang lebih banyak dari rekan-rekannya di barisan belakang. Kapten tim, Laurent Koscielny, harus menggalang pertahanan yang rapat dan solid bersama Skodran Mustafi dan kedua full back Nacho Monreal dan Bellerin. Sekali mereka lengah maka teror terhadap gawang Peter Chech bisa datang arah mana saja! Bahaya bisa mengintai dari kedua sayap, dari Jesse Lingaard dan Juan Mata, mungkin pula berupa tusukan dan terobosan Wayne Rooney, Anthony Martial bahkan Paul Pogba dari second line!

Sebaliknya, barisan meriam Arsenal siap pula meledak di gawang David de Gea. Penjaga gawang utama Man U ini mesti terus mewaspadai ancaman dari striker Arsenal Alexis Sanchez yang sedang on fire. Alexis Sanchez, top scorer Arsenal bersama Theo Walcott dan Mesut Oezil, baru saja mencetak dua gol bagi timnas Chile. Kombinasi serangan Gunners lewat Sanchez, Oezil, Walcott dan Cazorla tak mustahil akan menghadirkan nightmare bagi David de Gea.

Koordinasi yang rapi di barisan pertahanan Manchester United kini semakin dituntut guna mengamankan gawang David de Gea. Hanya saja dengan absennya Eric Bailly, palang pintu yang didera cedera serius, harapan sekarang tertumpu pada Phil Jones yang sudah pulih dari cedera panjang dan bermain apik pada pertandingan melawan Swansea. Jones kemungkinan akan didampingi oleh Marcos Rojo, bek kiri Matteo Darmian dan Ashley Young di kanan.  Pertanyaannya, mampukah mereka tampil konsisten sepanjang laga nanti mengingat mereka akan terus menerus diajak adu lari oleh Sanchez maupun Walcott, pula oleh gocekan dan berbagai trik hasil kreasi Oezil dan Cazorla?

Seingat saya, selama beberapa tahun mencermati dan mengikuti dari dekat persaingan antara Manchester United dan Arsenal, terutama pada periode akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, memang rivalitas antara kedua tim sering menghadirkan pertarungan keras dan ketat bahkan tak jarang dibumbui drama karena tensi tinggi yang muncul di lapangan hijau.

Sekedar kilas balik singkat, era emas David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes dan rekan-rekan di kubu Man U sempat diusik selama beberapa tahun oleh penampilan hebat Tony Adams, Dennis Bergkamp, Robert Pires dan Thiery Henry di tim Meriam London, hingga musim 2004/5. Namun, setelah itu, atau selama dekade 2000-an, Manchester United-lah yang lebih banyak mencatat sukses dibanding Arsenal.

Pertempuran yang Harus Dimenangkan!

Dibanding dulu, dewasa ini Arsenal menampilkan permainan sedikit berbeda sekalipun tetap mempertahankan permainan menyerang. Arsene Wenger membuat Gunners punya lebih banyak variasi dalam membongkar pertahanan lawan lewat kombinasi operan pendek dan umpan-umpan terukur dari para gelandang kreatifnya, serta terobosan cepat lewat sayap atau tusukan dari tengah. Arsenal sekarang sangat ambisius, dan terobsesi untuk mengakhiri catatan buruk mereka di kandang Manchester United, tujuh kali kalah dalam sembilan laga terakhir di Old Traffod.

Sebaliknya, Jose Mourinho justru mulai confident dengan racikannya, dan siap meneruskan keunggulannya atas Arsene Wenger. Manchester United yang sempat terseok-seok dalam sepuluh partai pertama musim ini justru mulai tampil garang dan menampakkan potensi sesungguhnya sebagai tim yang bermaterikan pemain-pemain bintang. Paul Pogba sebagai pemimpin de facto Man U generasi terbaru sangat termotivasi untuk melanjutkan catatan positifnya, mencetak gol. Tetapi, tentu saja, itu setelah dia menjalankan tanggung jawab utamanya yakni memimpin rekan-rekannya mengatasi para gelandang tangguh Arsenal di lapangan tengah.

Sekali lagi, pertarungan di midfield akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan besar ini. So, real battle at Old Trafford tak sekedar menyajikan aksi-aksi brilliant melalui penampilan maksimal para pemain kedua tim, namun juga sesuatu yang menjanjikan dari sang tuan rumah Manchester United atau, justru, Arsenal, sebagai penantang serius untuk memuncaki kompetisi Liga Primer…!

Exit mobile version