Menu

Mode Gelap

Hukum · 8 Jan 2020 17:31 WIB ·

Sisi Lain Reynhard Sinaga Sosok Lemah Lembut yang Mengerikan


					Reynhard Sinaga, WNI pelaku kekerasan seksual di Inggris. (foto.Ist) Perbesar

Reynhard Sinaga, WNI pelaku kekerasan seksual di Inggris. (foto.Ist)

Jakarta, Reportasenews.com – Reynhard Sinaga, pelaku kekerasan seksual yang telah divonis hukuman seumur hidup penjara di Inggris adalah sosok yang lemah lembut, ramah, sopan dan sederhana.

Dengan tinggi badan 170 cm, memakai kacamata berbingkai tebal, tak seorangpun bakal mengira ia adalah pelaku kejahatan seksual yang mengerikan. Dari penampilannya tidak ada tanda tanda yang menunjukkan ia mampu melakukan tindak kekerasan.

Dilahirkan pada tahun 1983 dari keluarga Katolik di Jambi, Sumatra, Rey sapaan akrabnya datang ke Inggris pada tahun 2007 dengan visa pelajar ketika ia berusia 24 tahun.

https://www.youtube.com/watch?v=pJQK0wAa9Qw

elama 10 tahun hingga penangkapannya pada 2 Juni 2017, ia hidup dari uang orang tuanya di Indonesia. Selain membayar puluhan ribu poundsterling untuk biaya sekolah, orangtuanya juga membiayai flat Sinaga di Montana House, beberapa pintu dari klub malam Factory, yang menjadi tempat favoritnya untuk mencari korban.

Rey tidak pernah menyembunyikan seksualitasnya di Manchester, dia sering mendatangi Canal Street, tempat komunitas Gay berkumpul. Teman-temannya  mengatakan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang kejahatannya.

Teman lain juga mengatakan keheranannya bagaimana Sinaga mendapatkan uang karena tidak pernah terlihat kekurangan uang. Dia bahkan selalu pergi berlibur.

Seakan tak percaya ketika berita mulai menyebar di Desa Gay bahwa Reynhard telah ditangkap, banyak teman berpikir pasti ada kesalahan,  sampai akhirnya mereka percaya saat mengetahui Reynhard memfilmkan tindak kejahatan seksualnya.

Seorang teman dekat yang bekerjasama dalam dalam proyek fotografi bersama Reynhard mengatakan bahwa Rey adalah pria yang manis, bahagia, selalu tersenyum dan tertawa dan disukai banyak orang.

Dia juga menghadiri gereja St Chrysostom, bahkan aktif membantu kegiatan kegiatan di gereja. Hampir tidak dapat dipercaya bahwa seseorang yang bisa menganut agama Kristen pada saat yang sama dapat melakukan kejahatan seperti itu.

Teman gerejanya juga pernah membantu Reynhard mengajukan status sebagai pengungsi dengan alasan ia tidak bisa menjadi gay di Indonesia. Kenyataannya ia berhasil terus memperpanjang masa tinggalnya di Inggris dengan menambah gelar PhD-nya. Dia berusaha menghindari kembali ke Indonesia dan satu cara untuk menghindari itu adalah tetap menjadi siswa selamanya. (dik/sumber theguardian)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap

27 Januari 2022 - 21:52 WIB

Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Polda Sumut Bentuk Tim Gabungan

27 Januari 2022 - 19:08 WIB

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

Karyawan KSP Gelapkan Dana Nasabah 25,8 Juta Rupiah

22 Januari 2022 - 21:09 WIB

Politikus PDIP Arteria Dahlan Dipolisikan Majelis Adat Sunda

20 Januari 2022 - 14:39 WIB

Trending di Hukum