Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Jun 2024 18:29 WIB ·

Rugikan Ratusan Juta Rupiah, Dua Karyawan Indogrosir dan Seorang Penadah Diciduk Polisi


					Polisi meminta keterangan pemilik perusahaan atas laporanya di lokasi dan mengecek langsung barang -barang yang digelapkan dua pelaku di dalam gudang Indo Grosir. (foto Humas Polres Kubu Raya) Perbesar

Polisi meminta keterangan pemilik perusahaan atas laporanya di lokasi dan mengecek langsung barang -barang yang digelapkan dua pelaku di dalam gudang Indo Grosir. (foto Humas Polres Kubu Raya)

Kubu Raya, reportasenews.com – Dua karyawan Indo grosir, berinisial AS dan PS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengelapan. Kasus pengelapan ini telah berlangsung sejak Desember 2022, hingga akhirnya terungkap pada akhir Mei 2024. Selain menangkap AS dan PS, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial ES (28) warga Kubu Raya, Kalimantan Barat yang diduga menjadi penadah barang hasil penggelapan. Akibat aksi dua karyawannya ini, PT. Inti Cakrawala Citra (Indogrosir) mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp. 317.570.055,-. Barang yang digelapkan termasuk berbagai produk rumah tangga dan makanan, seperti sabun batang Lifebuoy, Rejoice Shampoo, Pantene Shampoo, Baygon Insektisida Anti Nyamuk, SGM Eksplor Box, ABC Sardines, Meg Keju Serbaguna, Bear Brand Susu Steril, dan Shampoo Head & Shoulders.

Dua pelaku, telah diamankan oleh Polsek Sungai Raya pada Kamis (30/5/ 2024). AS dan PS mengakui, bahwa tindakan penggelapan barang milik perusahaan PT. Inti Cakrawala ini dilakukan untuk bermain judi online dan membayar hutang pribadi kedua pelaku.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto H melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Rabu (5/6/2024) siang mengungkapkan bahwa penggelapan ini telah berlangsung sejak Desember 2022 hingga akhirnya terungkap. Selain menangkap AS dan PS, petugas juga mengamankan seorang pria berinisial ES (28) warga Kubu Raya, yang diduga menjadi penadah barang hasil penggelapan.

” Kami menetapkan AS dan PS yang diduga kuat sebagai pelaku penggelapan barang milik perusahaan PT. Inti Cakrawala (indogrosir), setelah mendapatkan bukti permulaan yang cukup. Barang bukti berupa dokumen data opname barang penjualan dan beberapa barang lainnya sudah diamankan di Polsek Sungai Raya, selain itu petugas juga mengamankan ES di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Sungai Raya selaku penadah barang hasil penggelapan dari kedua pelaku, ” kata Ade.

AS, yang bekerja di PT. Inti Cakrawala sejak 2015 sebagai Stan Leader, bersama PS, yang bekerja sebagai Pramuniaga, menggunakan modus operandi dengan cara mengambil barang dari toko dan mengembalikannya ke gudang. Mereka menukar kardus produk dengan barang lain untuk mengelabui petugas atau kasir.

“Barang-barang tersebut kemudian dikeluarkan dari toko menggunakan member card merah milik pelanggan dan disimpan di luar toko, kemudian sekitar pukul 19.00 WIB, AS menggunakan mobil pick-up untuk membawa barang tersebut dan menjualnya dengan harga bervariasi. Hasil penjualan kemudian dibagi rata antara AS dan PS,” bebernya.

Ade menerangkan, kasus penggelapan ini dilakukan setiap hari Minggu pukul 19.00 WIB, karena pada waktu tersebut para pimpinan PT. Inti Cakrawala tidak berada di area Indogrosir. Perbuatan ini telah berlangsung sejak Desember 2022 hingga akhirnya dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada kepolisian.

“Satreskrim Polsek Sungai Raya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini,” tambahnya.

“Kami menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan. AS dan PS sudah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penggelapan dan dijerat dengan Pasal 374 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara dan terhadap ES dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” tutupnya. (tim)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

LBH Mitra Santri, Gugat Bupati Karna Suswandi ke PN Situbondo

22 Juni 2024 - 20:25 WIB

Viral di Medsos, Siswa SDN 1 Cottok Juara 1 Kid Atletik O2N Situbondo Gagal ke Provinsi

22 Juni 2024 - 18:51 WIB

Dinilai Tuntutannya Rendah, Kuasa Hukum Korban Ancam Laporkan JPU ke Jamwas

21 Juni 2024 - 18:53 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Meninggal di Mekkah

21 Juni 2024 - 18:46 WIB

PPDB SMPN 8 Kota Madiun Terima Titipan Siswa, Tolak Peserta Luar Kota?

21 Juni 2024 - 16:38 WIB

Dalam Kasus Bank Centris Kemenkeu Menjadi “Pengecut”

21 Juni 2024 - 15:22 WIB

Trending di Hukum