Jakarta, reportasenews.com – Menyambut ulang tahun Republik Indonesia yang Ke-72, mantan presiden RI, BJ Habibie kembali mengingatkan menjaga perbedaan dan keragaman di Indonesia. Presiden RI ke III ini berpesan kepada generasi muda agar terus menjaga persatuan, di tengah perbedaan dalam keyakinan.
“Kita ini memang masyarakat yang pluralistik, tapi memiliki satu bahasa persatuan. Saya yakin bahwa 99 persen rakyat Indonesia percaya pada Tuhan Yang Maha Esa (YME),” kata Habibie dalam acara dialog kebangsaan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Jakarta, Selasa, (15/8).
Habibie juga meminta kepada umat Islam, untuk menjaga toleransi meskipun Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia.
“Walau di Indonesia, agama Islam adalah yang terbesar, tapi kita bukan negara Islam. Kita harus saling menghargai” kata Habibie.
Habibie juga mengingatkan bahwa Pancasila bukanlah hasil dari satu generasi saja. “Ingat apa kata Bung Karno, bahwa Pancasila itu digali dari tubuh bangsa Indonesia sendiri, bukan yang lain,” imbuhnya.
Menurut Habibie, generasi saat ini lebih baik dari generasinya sebagai penerus kemerdekaan.
Habibie menambahkan bahwa setiap masyarakat Indonesia harus bertanggung jawab pada kemerdekaan yang telah diperoleh. Tanggung jawab itu juga termasuk meningkatkan kualitas kehidupan negara.
“Namun, anda tidak bisa meningkatkan kualitas kehidupan bernegara, kalau anda tidak bisa dan berani menyelesaikan kendala dan hidup anda sendiri,” imbuhnya. (tam)
