Pasuruan, reportasenews.com – Menumpuknya volume sampah laut di perairan Indonesia saat ini, sudah masuk dalam ambang kritis dan mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, saat memberikan materi dalam seminar Kemaritiman yang digelar Universitas Yudarta Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (21/3) siang.
“Sampah yang harus diwaspadai yakni plastik yang sudah sangat mengkhawatirkan saat ini. Karenanya kami meminta agar masyarakat tak membuang sampah plastik secara sembarangan dan bisa mengancam lingkungan laut dan kesehatan pada manusia. Sampah laut di Indonesia, saat ini nomor dua setelah tiongkoka. Sebanyak 80 persen di antaranya, justru berasal dari daratan,” kata Luhut, mengingatkan.
Meski tidak menyebut volume sampah laut, Luhut menjelaskan dampak dan bahayanya sampah laut yang volumenya sudah diambang batas normal selama ini, yang tidak disadari masyarakat.
Menurutnya, sampah laut akan berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Karena sampah laut bisa menjadi racun bagi manusia dan makanan ikan yang selanjutnya dikonsumsi masyarakat.
“Hasil berbagai study, ikan-ikan mencerna dan makan berbagai sampah, termasuk plastik yang berada di lautan. Ikan itu akhirnya beracun kalau dikonsumsi karena mengandung merkuri dan berbagai jenis racun lain. Jika dikonsumsi mengakibatkan berbagai penyakit kanker, menurunkan imunitas tubuh dan lainnya, “bebernya.
Atas banyaknya sampah laut di Indonesia itu, Luhut mengajak seluruh elemen masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan, khususnya sampah plastik. Selain itu, masalah sampah laut ini juga akan menjadi bahasan Annual Meeting, pertemuan tingkat tinggi negara-negara dunia di Bali pada Oktober 2018 mendatang.
“Untuk itu Indonesia harus bersih dari persoalan sampah yang tentunya akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat sendiri. Karenanya kami terus mengingatkan jangan membuang sampah sembarangan. Masyarakat dan semuanya saja, harus diajak untuk bersama-sama tidak membuang sampah secara sembarangan,” pungkasnya. (abd)
