Gresik, Reportasenews.com – Tak dapat dipungkiri, saat ini memang lagi gencar-gencarnya gerakan literasi. Di mana-mana ada komunitas baca, paguyuban penulis, tadarus puisi, maupun bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca dan belajar menulis.
Fenomena menarik inilah yang kini menjadi perhatian serius sosok Agus Ibrahim, seorang santri alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, Jawa Timur.
Untuk itu, bersama Pengurus Pondok Pesantren Putra Manbail Huda Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, Owner Penerbit Mitra Karya ini menggagas lahirnya ‘Pondok Literasi’.
“Lewat Pondok Literasi ini kami ingin mengajak para santri gemar membaca sekaligus menjadi seorang penulis hebat yang lahir dari rahim pesantren,” ungkap Agus Ibrahim yang telah banyak melahirkan buku fiksi maupun non fiksi ketika masih di pesantren ini, Selasa (5/3/2019).
Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Putra Manbail Huda Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, Alief Irfan Choirie menyambut gembira lahirnya Pondok Literasi ini. Bahkan, kelahiran Pondok Literasi ini langsung disambut dengan kegiatan Bedah Buku dan Seminar Kepenulisan.
Buku yang dibedah adalah Kumpulan Cerpen yang berjudul Lalat dari Jerman karya Agus Ibrahim, seorang santri alumni Mambaus Sholihin, Santrine Yai Buhin Suci Manyar Gresik.
Buku kedua yang dibedah adalah “Pesantren dari Surga’’ karya Mukaromatun Nisa. Penulis cilik yang sudah mulai menulis dan menerbitkan buku sejak usia 13 Tahun.
“Kegiatan ini bukan bedah buku dan seminar biasa, setelah kegiatan ini panita akan langsung mengadakan lomba menulis cerita pendek. Pesertanya adalah seluruh santri yang mengikuti kegiatan ini,’’ ujar Alief Irfan Choirie, Ketua Panitia kegiatan Bedah Buku dan Seminar Kepenulisan.
Selain itu, panitia juga akan membuat komunitas puisi lintas santri. Sehingga santri yang hobi menulis kata-kata puitis akan dibina dalam satu wadah. Acara bedah buku dihadiri oleh 70 santri dari berbagai pondok pesantren di Tuban.
Beberapa pertanyaan yang sering menjadi kendala bagi penulis pemula juga terjawab tuntas. Nisa’ pun membeberkan tips-tips sederhana dalam menggali ide cerita. “Siapapun bisa menjadi penulis. Sebab menulis bukanlah bakat, namun lebih ditunjang faktor kebiasaan,’’ kata Nisa’.
Dalam kesempatan tersebut, penulis berbakat yang lahir dari rahim pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, Ustad Agus Ibrahim juga memberikan motivasi dahsyat kepada puluhan santri yang memiliki hobbi menulis ini.
“Menulislah dengan jelek, sebab tulisan bagus hanyalah bonus dari kebiasaan,” tandas Agus Ibrahim penuh antusias yang disambut tepuk tangan meriah puluhan santri. (dik)
