Search

Satgas Narkoba Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Sabu 1,129 Ton Jaringan Timur Tengah

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, memamerkan barang bukti sabu tangkapan Satgas Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (14/06). (tams)

Jakarta, Reportasenews – Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat, menggelar konferensi pers soal pengungkapan penyelundupan narkotika jenis Sabu seberat 1,129 Ton.

Dalam rilis kasus tersebut, hadir Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan jajaran petinggi Mabes Polri lainnya.

Sigit menyebut dengan pengungkapan itu, 5,6 juta jiwa masyarakat selamat dari narkoba.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, bersama jajaran lain, memamerkan barang bukti sabu tangkapan Satgas Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (14/06). (tams)

“Jika barang bukti tersebut beredar di pasaran bisa dikonsumsi sekitar 5,6 juta orang. Dengan disitanya barang bukti tersebut bisa menyelamatkan sekitar 5,6 juta jiwa penduduk,” kata Sigit dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).

Menurut dia, jika sabu 1,1 ton dinominalkan rupiah, maka ada sekitar Rp 1,6 triliun dengan asumsi harga narkotika jenis sabu di pasaran Rp 1,5 juta per gram.

“Hasil pengungkapan ini jika dinominalkan dengan rupiah adalah sekitar 1,694 triliun rupiah dengan asumsi harga narkotika jenis sabu di pasaran Rp 1,5 juta per gram,” katanya.

Empat TKP yang berhasil diungkap adalah apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat, dimana petugas menangkap ditemukan sabu seberat 150 KG dan diduga pemilik barang tersebut adalah H alias NO (DPO). Selanjutnya Apartemen Bassura, Jakarta Timur, dengan barang bukti 75 Kg sabu dan satu tersangka adalah AK.

Dilanjutkan dengan pengungkapan di ruko Pasar Modern Bekasi, Jawa Barat, dengan barang bukti 511 Kg sabu dengan tersangka NW, CSN, dan UCN yang dua terakhir adalah warga negara Nigeria. Dan TKP terakhir di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat dengan tersangka, NR, dan HA.

Pengungkapan narkotika jenis sabu ini berawal dari Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat dan dikembangkan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun maksimal hukuman mati. (tams)




Loading Facebook Comments ...