Site icon Reportase News

Saung Kebon Jabon Tawarkan Kuliner di Tengah Kebon Jati

Saung Kebon Jabon menawwarkan sensasi nikmatnya makan di tengah Kebon Jabon di Serang Banten. (foto: dew)

Saung Kebon Jabon menawwarkan sensasi nikmatnya makan di tengah Kebon Jabon di Serang Banten. (foto: dew)

BERAGAM wisata kuliner di Banten dengan berbagai jenis menu khas Serang Banten yang menjadi makanan favaforit masyarakat setempat.

Salah satunya Saung Kebon Jabon yang ada di Petung, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan Serang Banten.

Sehari-harinya ramai dikunjungi warga sekitar serang, dan bahkan dari jakarta, kebanyakan para pengunjung tatang sengaja meluangkan waktu libur kerja, dan bahkan waktu istirahat kerja bagi yang tempat kerjanya tak jauh dari tempat Saung Kebon Jabon.

Diberi nama Saung Kebon Jabon karena Saung berada di Kebon Jati Bongsor, maka di singkat Kebon Jabon.Saung Kebon Jabon berdiri setahun yang lalu, namun namanya sudah dikenal warga sekitar dari mulut kemulut.Walau usianya baru seumur jagung, dan sudah dikenal dikalangan para pemburu kuliner.

Di tempat ini, menyediakan berbagai jenis menu, masakan khas Serang, diantaranya, grem asem bebek, rica rica bebek, pecak bandeng, pecak belut, pecak jengkol, sayur asem khas serang dan lain lain.

Menu favorit yang sangat digermari ada pecak jengkol, pecak jengkol dipadukan dengan sayur asem khas serang sangat memukau dan mampu menggoyang lidah.

Pecak jengkol adalah menu baru terobosan ibu Yanti, awalnya ibu Yanti melihat jengkol di rumahnya banyak sekali, namun bingung mau dimasak Apa? Hanya dibuat lalap dan disemur, nah disitulah Yanti punya ide jengkol dipecak seperti pecak-pecak yang lain, lazimnya jengol jadi buah bibir, jadi
cemoohan karena bau yang tak sedap, tapi kali ini jengkol adalah menu favorit bagi warga Serang.

Setelah itu,Yanti banyak memeriksa pesanan pecak jengkol, namun sekarang jengkol sudah agak sulit didapat, dipasar harga jengkol menembus angka Rp 80.000 per kilonya, sedangkan menu pecak jengkol satu porsi hanya dihargai Rp 15.000.

“Awalnya saya coba-coba masak pecak jengkol, karena banyak yang suka dan pada pesan, maka saya buka saung makan dengan menu pecak jengkol, sekarang sudah ramai yang berkunjung dan pesan pecak jengkol, tapi sekarang jengkol mahal, dipasar satu kilonya Rp 80.000, itupun kadang susahdi dapat,” ujar Yanti.

Pengunjung Saung Kebon Jabon merasa nyaman, selain area parkirnya luas, saungpun dilengkapi sarana istirahat, musala, gubuk-gubuk asri nan sejuk terbuat dari anyaman bambu dan beratap ililang.

Salah satu pengunjung adalah Linda, seorang guru sekolah dasar yang sengaja menyempatkan makan di saung ini. Linda sengaja makan saat istirahat jam pelajaran. Linda mengaku, awalnya aneh mendengar pecak jengkol, namun setelah mencoba kok jadi ketagihan

“Awalnya saya aneh mendengar pecak jengkol, tapi setelah mencoba kok enak banget, saya jadi ketagihan, dan saya sering kesini bersama suami hanya ingin makan dengan pecak jengkol” ujar Linda. (dew)

Exit mobile version