Menu

Mode Gelap

Daerah · 28 Jan 2021 21:04 WIB ·

Sebanyak 2.499 Nakes di Tiga Kabupaten/kota di Kalbar Sudah Divaksin Covid 19


					 sebanyak 200 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi Covid 19 massal di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/1/2021). (das)
Perbesar

sebanyak 200 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi Covid 19 massal di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/1/2021). (das)

Pontianak, reportasenews.com – Hari ini bertepatan dengan HUT Pemprov Kalbar ke 64, sebanyak 200 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi Covid 19 massal di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/1/2021)

“Vaksinasi massal dalam rangka HUT Pemprov ke 64 targetnya 200 tenaga kesehatan di sekitar kota Pontianak. Kegiatan ini berlangsung dua hari, diawali untuk lingkungan Pemprov Kalbar dan dilanjutkan seluruh tenaga kesehatan di kota Pontianak dan vaksin yang disiapkan sebanyak 200 vaksin Sinovac,” kata Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Feery Safariadi.

Feery menambahkan, kegiatan vaksin massal ini setiap tenaga kesehatan yang ingin divaksin harus mendaftar dulu dan mengambil nomor antrian agar tidak menjadi penumpukan dilokasi penyuntikan vaksin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menambahkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersinergi untuk melaksanakan vaksinasi massal yang di gelar di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka mempercepat vaksinasi untuk tenaga kesehatan.

“Sampai hari ini untuk kota Pontianak vaksinasi tenaga kesehatan baru 29 persen dari yang ditargetkan pemerintah pusat, dan harus diselesaikan sesegera mungkin agar tak sampai Februari 2021 karena harus dilanjutkan ke tenaga kesehatan pelayanan publik,” jelas Harisson.
Harisson menjelaskan seharusnya vaksinasi Covid 19 untuk tenaga kesehatan sudah selesai pada Februari 2021.

“Selesai dengan segera, dan bila perlu pada pertengahan Februari 2021 sudah selesai semua, agar dapat dilanjutkan ke pelayanan publik,” ujarnya 
Harisson menjelaskan untuk menyelesaikan target vaksin sebanyak 200 orang tenaga kesehatan ini dibagi menjadi tiga group dan empat meja agar tidak terjadi penumpukan.

“Vaksinasi ini adalah keroyokan dengan melibatkan puskesmas-puskesmas dan pelayanan kesehatan, tapi juga melaksanakan vaksinasi bagi tenaga kesehatannya dan yang belum bisa vaksinasi di rumah sakit atau puskesmas bisa ke dinas kesehatan. Jadi mereka banyak pilihan dan saat pendaftaran tidak mengunakan aplikasi dan dilakukan secara manual dalam rangka supaya cepat menyelesaikan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan,” bebernya.

Harisson menambahkan vaksinasi tenaga kesehatan saat ini sudah mencapai 1.455 orang. Untuk kota Pontianak, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya, tenaga kesehatan yang sudah divaksin sebanyak 2.499 orang. Targetnya sebenarnya adalah 8.020 orang, target ini terus berubah sepanjang masih banyak tenaga kesehatan yang terus mendaftar untuk divaksinasi.

Untuk penumpang longboat asal Sukadana Kayong Utara, dimana seorang penumpang ini hasil pemeriksaan Swab tes nilai CT nya 14,01. Penumpang ini mengaku menginap di salahsatu hotel di Pontianak, setelah dicari petugas kesehatan bekerjasama dengan Polresta Pontianak, ternyata penumpang ini tidak berada di hotel tersebut dan menginap di hotel lain.“Kita minta bantuan Polresta Pontianak untuk melacak, dan penumpang ini berhasil didapatkan dan saat ini lansung dibawa ke ruang isolasi di Upelkes Pemprov Kalbar.

“Kemarin itu sudah diamankan dan posisinya sudah di Upelkes rumah isolasi yang disiapkan Pemprov Kalbar,” terangnya.

Harisson menjelaskan penumpang ini dari Sukadana akan melakukan belanja di kota Pontianak, dan saat pemeriksaan swab test dan diketahui tinggal di kota Pontianak ternyata hasilnya positif namun tidak di hotel tersebut sehingga sempat tak terlacak akhirnya bisa ditemukan.
Harisson merincikan untuk hasil pemeriksaan saat Senin (25/1/2021) ada 24 orang yang diperiksa, terdapat 11 penumpang longboat yang positif.

“Satgas Covid 19 Pemprov kalbar akan segera menurunkan tim testing dan tracing ke Kayong Utara karena kita sudah memiliki data dimana kabupaten Kayong utara ini banyak terkonfirmasi Covid 19 karena nilai CT nya rendah , dan ini menujukan viral loadnya tinggi sehingga sejatinya pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera lakukan testing dan tracing agar segera menemukan kasus Covid 19 agar tak menyebar ke orang lain terutama yang rentan adalah kormobid dan yang rentan yang lain,” tutupnya. (das)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mantan Kabid Prasarana Distan Kabulaten Merangin Jadi Tersangka Korupsi Bansos

19 Juli 2024 - 16:08 WIB

Tiga Desa di Tanjab Barat Jadi Percontohan Desa Anti Korupsi

19 Juli 2024 - 15:43 WIB

Buntut Ikut Temui Presiden Israel, Bupati Kudus Pecat Staf Khususnya

18 Juli 2024 - 14:28 WIB

Polres Sarolangun Musnahkan 2 Kilogram Narkotika Jenis Sabu

18 Juli 2024 - 14:04 WIB

4 ASN Terafiliasi Jaringan Teroris, Kesbangpol Tanjabbar Minta Masyarakat Segera Lapor Bila Temukan Aliran Tak Wajar

18 Juli 2024 - 13:45 WIB

Mesin Perahun Mati, Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Perairan Madura

18 Juli 2024 - 11:44 WIB

Trending di Daerah