Situbondo,reportasenews.com – Sebanyak 68 Siswa SMA/MA di Kabupaten Situbondo, peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2018, tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan UNBK, dengan Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia.
Ironisnya, dari jumlah total 68 siswa yang tidak ikut UNBK SMA/MA Tahun 2018, sebanyak 60 peserta UNBK memilih berhenti karena ikut orang tua atau menikah, sedangkan sebanyak delapan peserta tidak ikut UNBK, dengan alasan sakit.
Diperoleh keterangan, pada pelaksanaan UNBK tahun 2018, jumlah total peserta UNBK SMA/MA di Kabupaten Situbondo sebanyak 5.746 siswa, mereka tersebar dari sebanyak 77 sekolah atau lembaga pendidikan di Kabupaten Situbondo.
Dari jumlah 5.746 peserta UNBK Tahun 2018 tersebut, sebanyak 2.646 peserta UNBK dari sekolah MA, sedangkan sebanyak 3.100 peserta UNBK Berasal dari SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Situbondo.
Kepala Seksi (Kasie) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Situbondo H Fauzan mengatakan, sesuai dengan laporan dari sejumlah lembaga pendidikan peserta UNBK SMA/MA di Kabupaten Situbondo, pada hari pertama pelaksanaan UNBK tercatat sebanyak 68 peserta yang tidak hadir, dengan berbagai alasan, sebanyak delapan orang sakit, sedangkan sebanyak 60 peserta UNBK mengundurkan diri, dengan alasan ikut orang tua atau menikah.
“Berbagai alasan yang menjadi penyebab siswa SMA/MA mengundurkan diri menjadi peserta UNBK di Kabupaten Situbondo, di antaranya mutasi sekolah, menikah atau putus sekolah,” tuturnya.
Fauzan menjelaskan penetapan daftar nominasi tetap peserta UNBK mulai Oktober 2017, sehingga dari kurun waktu selama tujuh bulan sampai sekarang tercatat banyak faktor penyebab mundurnya siswa dari peserta UNBK.
“Siswa yang tidak hadir karena mengundurkan diri, setelah nama mereka masuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) sebagai peserta UN tingkat SMA/MA. Padahal masing-masing sekolah sudah memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada siswa untuk tetap mengikuti UN dan tidak mengundurkan diri,” pungkasnya.(fat)
