Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Niaga · 23 Jun 2018 16:12 WIB ·

Sekolah Negeri di Gresik Dilarang Tolak Siswa Miskin


					 Bupati Gresik Sambari HR menyaksikan langsung penandatanganan Pakta Integritas bersama Kadispendik Gresik. (dik)

Perbesar

 Bupati Gresik Sambari HR menyaksikan langsung penandatanganan Pakta Integritas bersama Kadispendik Gresik. (dik)

Gresik, Reportasenews.com – Kalau ada anak yang miskin semisal anaknya janda,  yatim piatu, orang miskin yang tidak mampu menyekolahkan puteranya ke sekolah swasta, kami meminta agar dibantu. Saya bertanggung jawab untuk itu.

Kalau orang miskin, yatim piatu kalau tidak dibantu pasti mereka tidak bisa sekolah. Jangan sampai sistem Pendidikan kita akan membuat kebodohan kepada para kaum miskin dan tidak punya.

Yatim piatu, murid miskin jangan ditolak. Bantu mereka seoptimal mungkin, laporkan ke saya. Kalau bukan kita Pemerintah yang membantu mereka, siapa lagi harapan mereka untuk maju.

Kalimat-kalimat penuh kepedulian terhadap kaum miskin, lebih-lebih para yatim piatu yang tidak punya apa-apa ini mengalir deras dari bibir tulus seorang Sambari Halim Radianto.Bupati Gresik dua periode ini merasakan betul betapa menderitanya menjadi anak yatim seperti dialaminya sendiri di masa kecil.

Semua bentuk perhatian terhadap kaum tak punya ini disampaikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di hadapan ratusan kepala sekolah (kasek), baik SD maupun SMP Negeri, pengawas, dan para penilik sekolah se-Kabupaten Gresik, Jumat kemarin di  ruang Mandala Bakti Praja kantor Bupati Gresik.

Ratusan insan pendidikan ini sengaja dikumpulkan bupati untuk menandatangani Pakta Inregritas bersama Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik.

Pakta Integritas di atas kertas bermaterai tersebut berisi 8 point yang harus ditaati ,yaitu berperan aktif dalam pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme. Tidak menerima suap, bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel.

Selain itu juga harus menghindari conflict of interest. Patuh terhadap perundangan yang berlaku. Menyampaikan informasi penyimpangan serta siap menghadapi konsekuensi pada setiap pelanggaran.

Dalam arahannya, Bupati Sambari menyampaikan bahwa selama ini banyak sekali informasi yang masuk ke ponsel miliknya tentang laporan masyarakat terkait penyimpangan yang ada pada dunia Pendidikan di Gresik.

“Meski laporan itu tidak semuanya benar, namun saya mengingatkan kepada Saudara agar bekerja sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku. Kalau memang berita dan informasi dari masyarakat tersebut tidak benar, Anda harus berani menanggapi, bahkan kalau perlu mengadukan fitnah itu kepada pihak yang berwajib, agar bisa diketahui siapa yang benar dan salah” tegasnya.

Selain Bupati, Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, Inspektorat Kabupaten Gresik Hari Suryono, Kepala BKD Nadlif serta Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin yang hadir pada kesempatan itu juga turut memberikan pencerahan kepada para Insan Pendidikan di Gresik tersebut.

“Semuanya mengingatkan agar dalam bekerja harus hati-hati dan menaati prosedur yang telah ditetapkan. Jika berani melanggar, tanggung sendiri risikonya,” tandas Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi yang dikenal tegas dan disiplin ini kepada reportasenews.com, Sabtu (23/06/2018). (dik)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Aksi Kemanusiaa untuk Palestina Merdeka

6 April 2024 - 05:50 WIB

Hadir di INACRAFT 2024, Batik Tulis Malam Sawit Sm-art Batik Akan Lakukan Demo dan Edukasi Membatik dengan Malam Sawit

26 Februari 2024 - 15:46 WIB

Eks Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia

26 Desember 2023 - 14:48 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Pembacokan di Besuki

24 Desember 2023 - 18:48 WIB

BNPT RI Perkenalkan Program Deradikalisasi Kepada Delegasi Belgia

18 Oktober 2023 - 18:31 WIB

HAUS Cosmetic Akan Manjakan Pengguna Produk Skinecare di Indonesia

8 Oktober 2023 - 23:39 WIB

Trending di Niaga