Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Hukum · 15 Nov 2023 20:16 WIB ·

Sidang Senketa Lahan Vihara Tien En Tang, Komarudin Simanjuntak Akan Laporkan Para Saksi


					Sesaat sebelum dimulai Persidangan Kasus Sengketa lahan Vihara Tien En Tang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (foto.dik) Perbesar

Sesaat sebelum dimulai Persidangan Kasus Sengketa lahan Vihara Tien En Tang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (foto.dik)

Jakarta, Reportasenews – Sidang sengketa dan pemalsuan sertifikat lahan rumah ibadah Vihara Tien En Tang dengan terdakwa Lily kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (14/11/2023).

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 5 orang saksi dari pihak vihara. Dari kelima saksi  yang diajukan hanya satu saksi bernama Liem sebagai Ketua Yayasan Meita Karuna Meitraya yang sudah diperiksa majelis hakim. Empat lainnya akan diperiksa di sidang berikutnya.

Saat memberikan keterangan kepada hakim, Liem mengatakan saat dirinya di periksa penyidik Polres Metro Jakarta Barat ia memberi keterangan dan menerima berkas dari orang lain.

Kesaksian kemudian dibantah oleh Komarudin Simanjuntak sebagai kuasa hukum terdakwa dan meminta majelis hakim menjadikan para saksi tersangka. Menurutnya, kasus yang menjerat kliennya seharusnya dihentikan karena saksi mendapat berkas dari penyidik dan berupa foto copy bukan aslinya.

“Ini kesalahan penyidik, seharus mereka tidak boleh memberikan berkas tersebut ke saksi. Lagi pula saksi saat itu menjadi tersangka yang dilaporkan kliennya,” ujar Komarudin dihadapan awak media usai persidangan.

Selanjutnya, pengacara yang terkenal dengan membela korban dalam kasus Ferdy Sambo ini akan melaporkan penyidik ke Mabes Polri, dan meminta penangguan penahanan terhadap kliennya.

Selain itu Komarudin juga  akan melaporkan kelima saksi karena dianggap kesaksian mereka tidak sesuai fakta. Mereka juga tidak memiliki berkas asli terhadap lahan yang diperkarakan.

“Karena aslinya hilang, maka kliennya meminta BPN menerbitkan sertifikat pengganti. Ini asli karena dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, lawan kami yang tidak memiliki sertifikat tapi klien kami punya”, tegasnya.

Sementara kuasa hukum yayasan Meita Karuna Meitraya Diantori,SH,MH mengatakan, kelima saksi yang dihadirkan JPU telah memberi keterangan sesuai fakta, apapun pertanyaan hakim dijawab tenang dan lancar. Begitu pun pertanyaan dari jaksa dan pembela terdakwa, saksi menjawab sesuai apa yang dia ketahui.

Terkait keinginan kuasa hukum terdakwa melaporkan 5 saksi, menurutnya itu hak pengacara terdakwa, baginya saksi sudah menjalankan perintah pengadilan duduk di hadapan majelis hakim. Keterangan saksi pun sesuai dengan pernyataan saat diperiksa penyidik tidak ada yang ditambahkan maupun dikurangi.

Ia pun meminta, semua pihak menghormati persidangan kalaupun ada persoalan sebaiknya diselesaikan di luar pengadilan.

“Kami tidak ada niat memenjarakan terdakwa, biarkan proses hukum berjalan, jika ada persoalan lain mari kita selesaikan secara damai di luar persidangan”, harapnya.(dik)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ajak Awasi Pemilu 2024, Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

8 Desember 2023 - 16:58 WIB

Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Nataru, Petugas Rutan Situbondo Geledah Blok Hunian WBP

8 Desember 2023 - 14:03 WIB

Polri Mutasi Ratusan Personel, Ada Kapolda Berganti Pimpinan

8 Desember 2023 - 09:30 WIB

Antsipasi Banjir dan DBD Koramil 1207-10/Tarentang Bersihkan Saluran Air

7 Desember 2023 - 20:36 WIB

Petugas Damkar Situbondo Tangkap Ular Piton Sepanjang 4 Meter

7 Desember 2023 - 18:01 WIB

Tokoh Lintas Agama Ngawi Tanda Tangani Deklarasi Pemilu Damai 2024 

7 Desember 2023 - 15:54 WIB

Trending di Daerah