Menu

Mode Gelap

Daerah · 4 Nov 2021 10:32 WIB ·

Silat Perisai Diri Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Pelatih


					Perguruan silat Perisai Diri menggelar ujian kenaikan tingkat level pelatih pada Jumat - Minggu (29-31 Oktober 2021) di Ubaya Training Center, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. (foto:istimewa) Perbesar

Perguruan silat Perisai Diri menggelar ujian kenaikan tingkat level pelatih pada Jumat - Minggu (29-31 Oktober 2021) di Ubaya Training Center, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. (foto:istimewa)

Mojokerto,reportasenews.com – Perguruan silat Perisai Diri menggelar ujian kenaikan tingkat level pelatih pada Jumat – Minggu (29-31 Oktober 2021) di Ubaya Training Center, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Ujian itu diikuti oleh 37 pelatih silat mulai dari Papua, Ambon, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

Menurut Hari Soejanto, Ketua Presidium Dewan Pendekar Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri, ujian kenaikan tingkat ini sempat tertunda tiga kali karena pandemi.

“Ujian kali ini menjadi istimewa karena tertunda-tunda akibat pandemi COVID-19. Setelah suasana memungkinkan, baru ujian dapat dilaksanakan,” kata Hari.

Para peserta ujian maupun penguji harus menjalani swab antigen terlebih dulu untuk memastikan bahwa kondisi mereka bebas dari paparan COVID-19. Setelah terbukti hasilnya negatif, mereka baru diizinkan masuk gerbang Ubaya Training Center untuk melaksanakan ujian.

Lokasi ujian di kaki Gunung Penanggungan yang berhawa sejuk dan penuh pepohonan hijau menjadikan udara terasa segar. Hampir sepertiga peserta sudah ubanan. Usia mereka di atas 60 tahun.

“Saya berusia 64 tahun. Mengembangkan silat Perisai Diri di tanah Papua sejak tahun 1979 hingga kini. Senang bisa bertemu dengan saudara-saudara saya yang lain,” kata Hasyim Busroni.

Sugeng Haryadi, 66 tahun, dari Palembang menyambung, “Saya ikut ujian untuk memberi semangat kepada para pesilat muda di Sumatera Selatan agar mereka juga siap untuk ujian pelatih. Saya sudah punya cucu.”

Materi ujian mulai dari teknik asli Setria, Pendeta, Putri, hingga senjata Pedang Dua dan Thoya. Selain itu masih ada serang-hindar, beladiri, dan ujian teori.

Para para pendekar senior yang menjadi penguji adalah Hari Soejanto, Gatut Mudjono, Sigit Prakoso, Limonu Katili, Joko Widodo, Putu Surya Kentjana, Budi Suhardiman, dan Deni Sumantri.

Dari 37 peserta, delapan orang masih belum dapat naik tingkat. Peserta terbaik tingkat Merah adalah Syamsun Munir Alam dari Jawa Barat, terbaik tingkat Merah Kuning disandang oleh I Gusti Gede Sudarmawan (Jatim), dan terbaik tingkat Kuning diraih Bambang Sumargono (Jatim). (*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 742 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Paska Pandemi

28 November 2021 - 20:42 WIB

Vaksinasi Di Puskesmas Kedunggalar Ngawi Berujung Kerumunan Warga

28 November 2021 - 16:54 WIB

Trending di Daerah