Menu

Mode Gelap

Internasional · 8 Sep 2017 09:00 WIB ·

Situs Uji Nuklir Pyongyang Dapat Runtuh, Radiasi Akan Tersebar


					Situs Uji Nuklir Pyongyang Dapat Runtuh, Radiasi Akan Tersebar Perbesar

Korea Utara, reportasenews.com – Lokasi gunung dimana Korut melakukan uji coba nuklir (lima percobaan bom nuklir) akan memicu radiasi di seluruh Semenanjung Korea dan ke merembes Cina jika terjadi ledakan, lapor South China Morning Post.

“Kami menyebutnya berbicara kemungkinan terburuk. Jika gunung ambruk dan lubang terbuka, akan mengeluarkan banyak hal buruk,” Wang Naiyan, seorang peneliti program senjata nuklir Cina, mengatakan kepada SCMP.

Sementara gunung biasanya tidak meledak karena kebetulan, hanya satu tes nuklir lagi yang bisa menyebabkan puncak di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri runtuh, para periset di Universitas Sains dan Teknologi Cina di Hefei mengatakan kepada kantor berita Hong Kong .

“Pemerintah Korea Utara harus menghentikan tes karena mereka menimbulkan ancaman besar tidak hanya ke Korea Utara tapi juga ke negara lain, terutama Cina,” kata Wang.

Pada hari Minggu, Korut menguji apa yang mereka katakan adalah bom hidrogen yang dirancang untuk penempatan rudal balistik.

“Ledakan hari Minggu diikuti oleh gempa delapan menit kemudian, yang oleh otoritas seismik Cina diinterpretasikan sebagai lubang yang dipicu oleh ledakan tersebut,” tulis Post.

Sementara pengujian bom hidrogen membuat gelombang dalam liputan berita di seluruh dunia, Sputnik melaporkan pada 26 Juni bahwa ilmuwan militer Korea Utara memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan yang dibutuhkan untuk alat peledak semacam itu, terutama tritium.

Profesor Stanford University Siegfried Hecker mengatakan pada saat itu “buktinya cukup jelas” Pyongyang memiliki kemampuan teknis untuk membuat bom H. Hecker memperkirakan DPRK Korut memiliki 25 hulu ledak nuklir yang terselip di gudangnya.

Ukuran ledakan adalah perkembangan paling signifikan yang dihasilkan dari tes terbaru, Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federation of American Scientists, mengatakan kepada Loud & Clear pada hari Selasa.

“Rentang yang saya dengar adalah dari 100 sampai 250 kiloton, tergantung pada siapa yang Anda tanyakan. Itu adalah peningkatan yang signifikan dari ledakan 10-20 kiloton yang mereka dapatkan dalam tes sebelumnya,” kata Kristensen. (Hsg)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mantan Kabid Prasarana Distan Kabulaten Merangin Jadi Tersangka Korupsi Bansos

19 Juli 2024 - 16:08 WIB

Tiga Desa di Tanjab Barat Jadi Percontohan Desa Anti Korupsi

19 Juli 2024 - 15:43 WIB

Buntut Ikut Temui Presiden Israel, Bupati Kudus Pecat Staf Khususnya

18 Juli 2024 - 14:28 WIB

Polres Sarolangun Musnahkan 2 Kilogram Narkotika Jenis Sabu

18 Juli 2024 - 14:04 WIB

4 ASN Terafiliasi Jaringan Teroris, Kesbangpol Tanjabbar Minta Masyarakat Segera Lapor Bila Temukan Aliran Tak Wajar

18 Juli 2024 - 13:45 WIB

Mesin Perahun Mati, Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Perairan Madura

18 Juli 2024 - 11:44 WIB

Trending di Daerah