Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Ekonomi · 1 Jan 2024 10:28 WIB ·

Smart Batik Jadi Pionir Industri Batik Halal di Indonesia Berkat Gunakan Malam Sawit


					CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan dan COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari pada acara Indonesian Palm Oil Conference di Nusa Dua, Bali 2023 Perbesar

CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan dan COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari pada acara Indonesian Palm Oil Conference di Nusa Dua, Bali 2023

Yogyakarta, Reportase News – Perusahaan batik asal Yogyakarta, CV. Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik), menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi pelopor industri batik bersertifikat halal di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2018 oleh pasangan alumni UNY, Miftahudin Nur Ihsan (Ihsan) dan Dinar Indah Lufita Sari (Dinar). Ihsan merupakan alumni program studi pendidikan kimia tahun 2016 yang saat ini menjabat sebagai CEO. Sementara Dinar adalah alumni program studi kimia 2018. Setelah lulus kuliah, keduanya mengembangkan usaha batiknya dan sama-sama memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi. Ihsan melanjutkan di Program Magister Manajemen UGM dengan beasiswa LPDP, sementara Dinar di Program S2 dan S3 Kimia UGM melalui beasiswa PMDSU. Keduanya juga sempat memperoleh penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagai salah satu dari 25 Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Indonesia tahun 2019.

Sm-art Batik memperoleh sertifikat halal setelah melalui serangkaian proses validasi. Proses dimulai dengan pendaftaran, pengisian data, dan proses audit yang dilakukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Sertifikat Halal merupakan pengakuan kehalalan suatu Produk yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) bahwa seluruh produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal kecuali produk haram dan produk yang dikecualikan dari kewajiban sertifikasi halal. Kewajiban sertifikasi halal inipun mencakup barang gunaan. Sejatinya, barang gunaan baru diwajibkan tahun 2026, karena saat ini pemerintah masih berfokus pada produk makanan dan minuman serta jasa terkait. Meskipun demikian, Ihsan selaku CEO Sm-art Batik, tetap memprioritaskan agar produknya cepat memperoleh label halal.

Ihsan merasa bersyukur atas pencapaian perusahaannya. Menurut anggota Kadin DIY tersebut, sertifikat halal menjadi bukti keseriusan dalam mendorong industri batik berkelanjutan. “Batik ini harus terus dikembangkan dan kami harus terus berinovasi, apalagi Jogja adalah Kota Batik Dunia. Pengusaha batik Jogja harus menjadi pioner dan contoh di industri batik, termasuk dalam memastikan kehalalan produk barang gunaan sesuai dengan UU JPH”, kata pemenang Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora 2020 tersebut. Dalam memperoleh sertifikat halal, Sm-art Batik, diaudit oleh LPH BBSPJIKB (Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik) atau yang lebih dikenal dengan Balai Batik. Tim auditor terdiri dari dua orang, yaitu Istihanah Nurul Eskani (Hana) dan Guring Briegel Mandegani (Dega). Audit dilakukan pada tanggal 11 Desember 2023 di Workshop Sm-art Batik. Hana menyampaikan bahwa LPHnya tahun ini mulai mendorong tumbuh kembangnya industri halal, khususnya di batik. “LPH kami berkomitmen untuk terus mendorong pelaku usaha khususnya yang di bidang kerajinan dan batik untuk memperoleh sertifikat halal. Tagline kami, “Sertifikasi halal batik? Ya di Balai Batik Jogja”. Hana menambahkan bahwa proses audit di Sm-art Batik berjalan lancar, “Semua bahan insyaAllah aman, hanya ada beberapa dokumen teknis yang perlu diperbaiki. Salah satu titik kritis industri batik di malam, tetapi Sm-art Batik menggunakan malam sawit yang nabati, jadi aman”.

Sejak bulan Agustus 2023, Sm-art Batik menjadi UKMK Sawit dan bermitra dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan mengembangkan industri batik sawit, bukan hanya malam yang dari sawit, melainkan saat ini sampai dengan pewarnaan menggunakan bahan alami dari tanaman sawit. COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari, mengungkapkan bahwa BPDPKS menyadarkan kami, bahwa ternyata sawit memiliki potensi yang luar biasa untuk diriset. “Sawit ini luar biasa, kita harus mendorong hilirisasi industri sawit, Komponen dari sawit bisa menjadi alternatif untuk menggantikan parafin yang dari minyak bumi. Selain itu, beberapa bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Kami terus menggali itu” kata mahasiswi Doktoral Kimia Analisis UGM tersebut. Harapannya nanti di tahun 2024, produk kami yang sudah bersertifikat halal dapat lebih diterima di pasar khususnya pasar global karena saat ini terjadi peningkatan permintaan produk halal di internasional

Komentar
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

UKMK Sawit Sm-art Batik Berikan Edukasi Batik Sawit ke Pengunjung WNI dan WNA di INACRAFT 2024.

2 Maret 2024 - 08:07 WIB

Jadi Narasumber Semarak UKMK Sawit BPDPKS di Medan, CEO Sm-art Batik Ceritakan Perjalanan Pengembangan Industri Batik Sawit

2 Maret 2024 - 07:59 WIB

Perkuat Jaringan, BPC HIPMI Kota Yogyakarta Jajaki Kerjasama dengan BPC HIPMI Wonosobo

26 Februari 2024 - 14:12 WIB

Kerjasama Strategis PT Perdana Grup dengan Dewan Perniagaan Usahawan Malaysia

8 Februari 2024 - 09:42 WIB

Buka Wawasan Member! BPC HIPMI Kota Yogyakarta Ajarkan Kiat Sukses Berbisnis Impor

7 Februari 2024 - 10:03 WIB

PR Besar Kasus BLBI Yang Ditinggalkan Mahfud MD Sebagai Menko Polhukam

1 Februari 2024 - 21:12 WIB

Trending di Ekonomi