Menu

Mode Gelap

Catatan Isson · 23 Okt 2021 19:03 WIB ·

Strategi Kolaborasi Menjaga Kamtibmas Wilayah


					Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho. (foto:Budi Tanjung) Perbesar

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho. (foto:Budi Tanjung)

Jakarta, reportasenews.com – Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho, mengambil alih peristiwa “smackdown mahasiswa” dari Polres Kota Tangerang. Artinya, peristiwa tersebut langsung ditangani Polda Banten. Keputusan Kapolda Banten tersebut, menunjukkan sikap kepemimpinan yang strategis. Kenapa bisa demikian?

Yang Utama Mengayomi Masyarakat

Sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian di wilayah Provinsi Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto memberi contoh, bagaimana seharusnya Kepolisian mengayomi keamanan serta ketertiban masyarakat. Kita tahu, peristiwa “smackdown mahasiswa” di Polres Kota Tangerang, pada Rabu, 13 Oktober 2021 lalu, terkait dengan berbagai unsur.

Antara lain, unsur mahasiswa, unsur pemerintahan Kabupaten Tangerang, dan unsur Polisi. Ketiga unsur tersebut adalah unsur yang seksi untuk digunakan pihak-pihak tertentu, menjadi keriuhan di media sosial. Ujung-ujungnya, bila tidak ditangani secara strategis, keriuhan di media sosial tersebut akan berimbas ke kehidupan nyata masyarakat.

Menurut saya, pemahaman yang cermat Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto terhadap peristiwa “smackdown mahasiswa” serta berbagai kemungkinan ekses yang ditimbulkan, menjadi salah satu landasan utama, mengapa Kapolda Banten segera mengambil alih peristiwa tersebut dari Polres Kota Tangerang.

Terbukti, hanya dalam hitungan hari, sikap tegas sekaligus humanis Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, langsung membuat peristiwa tersebut mereda. Situasi dan kondisi berbagai unsur tersebut pun, langsung tenang. Dari penelusuran yang saya lakukan di berbagai media lokal dan nasional, hanya dalam hitungan 3 (tiga) hari, peristiwa tersebut berhasil ditangani Kapolda Banten beserta jajarannya, secara kondusif.

Mari kita urut. Peristiwa terjadi pada Rabu, 13 Oktober 2021. Kemudian, pada Sabtu, 16 Oktober 2021, Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, mengadakan konferensi pers di RS Ciputra Tangerang. Ia menyampaikan kepada awak media, bahwa mahasiswa FA dalam peristiwa “smackdown mahasiswa” tersebut, sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit Ciputra Tangerang.

FA dinyatakan sehat, setelah menjalani rawat inap dan pemeriksaan secara menyeluruh oleh tenaga medis yang kompeten di RS Ciputra Tangerang. Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, memimpin langsung konferensi pers tersebut. Pelaksanaanya pun langsung di RS Ciputra Tangerang. FA dan keluarga hadir dalam konferensi pers tersebut. Termasuk, Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Dandim Tangerang, dan dokter RS Ciputra.

Humanis, Transparan, dan Tegas

Sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian di wilayah Provinsi Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto sesungguhnya sudah memberi contoh kongkrit kepada kita, bagaimana mengembangkan leadership, dalam konteks Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Transparansi penanganan peristiwa “smackdown mahasiswa” tersebut, misalnya, dilakukan secara terbuka kepada publik, melalui media.

Unsur mahasiswa, unsur pemerintahan Kabupaten Tangerang, unsur Polisi, dan unsur keluarga FA dilibatkan secara penuh di tiap tahap penanganan. Sebagai pengendali utama keamanan serta ketertiban masyarakat, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto berhasil mensinergikan seluruh potensi yang ada di wilayah Provinsi Banten, untuk bersama-sama mengayomi keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kalangan mahasiswa, khususnya kalangan kampus di Provinsi Banten, sudah sejak lama memiliki ikatan profesional dengan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto. Pada Sabtu, 12 Juni 2021 lalu, saya bertemu serta mewawancarai Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), salah satu Perguruan Tinggi terkemuka di Provinsi Banten. Wawancara berlangsung hangat di rumah kediaman Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT. di Serang.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho. (foto:Budi Tanjung)

Fatah Sulaiman menuturkan, salah satu dari sejumlah kolaborasi profesional Untirta dengan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, adalah tentang pemetaan pungutan liar (pungli) di Provinsi Banten. Pemetaan pungli tersebut didasari atas sejumlah laporan masyarakat yang masuk ke Polda Banten. Irjen Pol Rudy Heriyanto dalam wawancara dengan saya di Polda Banten, pada Kamis 10 Juni 2021, menyebutkan, Polda Banten menangani pungli secara menyeluruh dan mendasar.

Maka, pemetaan pungli tersebut diperlukan, agar bisa ditangani secara menyeluruh dan mendasar. Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto dan Rektor Untirta Fatah Sulaiman kemudian sepakat untuk berkolaborasi secara profesional dengan mengadakan riset tentang pungli serta hal-hal yang relevan dengan pungli.

Hasil riset tentang pungli itu menjadi salah satu masukan penting bagi Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto dalam penanganan pungutan liar (pungli) di Provinsi Banten. Sebaliknya, bagi Rektor Untirta Fatah Sulaiman, riset tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas para peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dalam konteks tradisi akademik masyarakat ilmiah.

Tradisi Akademik Perkuat Leadership

Kolaborasi secara profesional antara Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto dan Rektor Untirta Fatah Sulaiman tersebut, menunjukkan salah satu model kerjasama antara Untirta sebagai institusi akademik dengan Polda Banten sebagai lembaga pengamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kerjasama yang demikian, tentu mendatangkan benefit kepada kedua belah pihak.

Nah, dalam konteks leadership, dalam strategi kepemimpinan, apa yang sudah dilakukan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, jelas sekali bahwa yang bersangkutan secara komprehensif serta strategis terus mengembangkan kepemimpinannya. Semua itu tercermin pada strategi Kapolda Banten menangani peristiwa “smackdown mahasiswa” serta penanganan pungutan liar (pungli) di Provinsi Banten.

Kedua hal tersebut hanya sekadar menyebut contoh, dari demikian banyak contoh pengembangan leadership yang sudah dilakukan Irjen Pol Rudy Heriyanto. Dengan kata lain, Kapolda Banten ini, sesungguhnya merupakan salah satu asset penting Kepolisian, terutama untuk mengeksekusi Program Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Logikanya, basis utama Polri Presisi adalah leadership, kepemimpinan. Tanpa leadership yang kuat, tentu bukan hal yang mudah untuk mengeksekusi Program Polri Presisi demi mengedepankan pengayoman keamanan serta ketertiban masyarakat. Dalam leadership tercakup integritas, kesungguhan melayani, serta keteladanan.

Kita tahu, Polri Presisi adalah Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, sebagaimana diungkapkan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di Komisi III DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Januari 2021. “Dalam kepemimpinan Polri PRESISI, kami berkomitmen untuk menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan,” ujar Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, waktu itu.

Mengacu kepada dua contoh di atas, penanganan peristiwa “smackdown mahasiswa” serta penanganan pungutan liar (pungli) di Provinsi Banten, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto bukan hanya memahami Program Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tapi yang bersangkutan sudah mengimplementasikannya di lapangan.

“Intinya, Polda Banten menjalin kerjasama dengan seluruh lini di Banten. Berbagai potensi yang ada, kami kolaborasikan serta kembangkan, khususnya yang relevan dengan Kamtibmas,” tutur Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyadi, pada Kamis, 10 Juni 2021, dalam wawancara dengan saya di Polda Banten.

( Isson Khairul )

Komentar
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Humas Polresta Tangerang Gelar Pelatihan Manajemen Media

25 Januari 2022 - 19:12 WIB

15 Siswa dan Guru di Pontianak Terpapar Covid 19, Sekolah Diliburkan

21 Januari 2022 - 19:13 WIB

Tak Setuju Ibu Kota Dipindah, Din Syamsuddin akan Gugat UU IKN ke MK

21 Januari 2022 - 16:35 WIB

Trending di Nasional