Search

Sumur Gas Pranten Mulai Dibor

Pengeboran gas alam di wilayah Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Grobogn (foto:ist)

Grobogan,reportasenews.,com -Kegiatan pengeboran untuk melihat potensi kandungan gas alam di wilayah Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Grobogan akhirnya dimulai, Kamis (3/9). Pengeboran di sumur eksplorasi yang diberi nama RBG-3B tersebut dilakukan oleh TIS Petroleum E&P Blora PTE.Ltd dari Singapura yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) SKK Migas.

Peresmian pengeboran tersebut dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kepala Kantor SKK Migas Perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi, Direktur PT. TIS Petroleum E&P PTE Singapura Tang Zhong Fu.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi pengeboran itu dilakukan untuk meyakini bahwa di wilayah Jawa Tengah, khususnya Grobogan ini punya cadangan gas yang besar sehingga kedepan layak untuk dijual atau diproduksi.

Dijelaskan sebelumnya pihaknya bersama PT. TIS Petrolium sudah melakukan penghitungan. Diperkirakan daru pengeboran itu terdapat potensi sekitar 200 bcf (billion cubic feet)

“Perkiraan diproduksi sekitar 20 sampai 25 million scuf (standart cubic feet)

per hari. Potensinya bisa dieksploitasi 10 sampai 14 tahun. Itu baru hitungan kasar yang dilakukan tim,” katanya.

Menurut Nurwahidi, pelaksanaan pengeboran dijadwalkan berlangsung hingga satu bulan lamanya. Kegiatan pengeboran tersebut direncanakan hingga kedalaman sekitar 2.700 feet atau sekitar 800 meter yang dinilai masih cukup dangkal dan aman bagi daerah sekitar.

“Pengeboran disini tidak terlalu dalam. Kita pernah melakukan pengeboran hingga kedalaman tujuh kilometer. Disini hanya sekitar 800 meter saja,” katanya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bupati Grobogan dan jajarannya sehingga kegiatan pengeboran di sumur RBG-3B di Desa Pranten ini akhirnya bisa terlaksana.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, dengan dimulainya pengeboran tersebut disisi lain menjadi salah satu tanda kebangkitan ekonomi yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Melalui kegiatan pengeboran ini, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Minimal pada kesempatan awal ini, masyarakat sekitar bisa ikut menyediakan sarana pendukung kegiatan pengeboran, Seperti tempat tinggal, makan dan kebutuhan hidup lainnya bagi para pekerja di lokasi pengeboran. Kami minta agar pelaksana di lapangan dapat seoptimal mungkin melibatkan masyarakat sekitar sini,” katanya.

Sri Sumarni berharap, proses pengeboran berjalan lancar dan diketahui seberapa besar potensi gas yang ada di Desa Pranten tersebut. Harapan selanjutnya, potensi gas yang ditemukan melimpah sehingga bisa untuk menyuplai kebutuhan gas pada industri maupun rumah tangga. (AEP)




Loading Facebook Comments ...