Pontianak, reportasenews.com – Pasien positif Covid 19 di Kalimantan Barat masih terus bertambah ditengah upaya Pemerintah bakal menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). Senin (1/6/2020) kasus Covid di Kalimantan Barat, totalnya 196 orang, sembuh 55 orang dan meninggal dunia 4 orang.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengumumkan tambahan 7 (tujuh) kasus baru positif Covid-19 di Kalimantan Barat, Senin (1/6/2020).
Kasus baru tersebut terdapat di Kabupaten Melawi 6 (enam) orang dan 1 (satu) orang di Kabupaten Kubu Raya. Dalam kesempatan ini Sutarmidji juga mengumumkan ada 2 orang kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.
Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson. Tambahan kasus Covid 19 ini di Kabupaten Kubu Raya, adalah kasus suami istri, yang tertular dari suaminya yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif Covid 19. Sedangkan enam orang lainnya berada di Kabupaten Melawi, berkaitan dengan kluster sebelumnya.
“Adanya 7 (tujuh) orang di Melawi yang positif adalah satu kluster, ” jelas Horisson.
Harisson menambahkan, adanya 7 kasus tambahan Covid 19 ini menjadikan total kasus Covid 19 di Kalimantan Barat menjadi sebanyak 196 orang dari sebelumnya sebanyak 189 orang. Sementara untuk kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 55 orang dari sebelumnya sebanyak 53 orang.
Karena itu, Harisson mengatakan agar masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid 19 agar keterjangkitan semakin menurun.
Sementara untuk mendeteksi penularan sekaligus memutuskan mata rantai penularan Covid 19, Pemerintah Kalimantan Barat akan melakukan rapid test berskala besar.
Hingga Kamis tanggal 28 Mei 2020, pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan sebanyak 35.104 rapid test di seluruh wilayah Kalimantan Barat, dimana hasilnya 33.556 orang non reaktif dan 1.548 orang reaktif.
Tetapi kemudian yang reaktif tadi dilakukan pemeriksaan PCR, dan hasilnya 956 orang yang reaktif. Untuk Kota Pontianak, berdasarkan hasil rapid test sebanyak 501 orang reaktif, tapi kembali dilakukan PCR hanya 185 orang yang reaktif. (das)
