Probolinggo,reportasenews.com – Ratusan warga dari Desa Pohsangit tengah, memblokade jalur proyek lahan tol Probolinggo – Pasuruan (Propas) di desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo Selasa (10/1).
Warga menanami jalur tol dengan pohon, agar pengerjaan proyek tol tidak melahap lahan seluas 120 meter persegi milik haji Umar Fauzi. Pasalnya, dana pembebasan lahan tersebut belum diterima pemilik.
Dalam sosialisasi pembebasan lahan yang dilakukan pengelola proyek dan badan pertahanan nasional enam bulan lalu pun, pemilik juga tidak dilibatkan. Tak ayal pemilik lahan terkejut ketika tanah seluas 120 meter persegi, hendak dilalui jalur tol.
Sementara pengelola proyek PT. Waskita Karya dan BPN saat dikonfirmasi pemilik melalui sambungan telpon seluler, mengaku telah mencairkan dana, bersamaan dengan pembebasan lahan milik warga yang lain. Sementara pemilik tetap bersikukuh, tidak pernah menjual lahan, atau menerima dana pembebasan lahan.
“Saya tidak pernah terima dana pembebasan lahan itu. Ngapain saya kalau terima harus berbuat seperti ini. kalau saya terima ya bilang terima, kalau tidak, ya saya bilang tidak,â€aku Umar Fausi, saat ditemui  dilokasi blokade jalan tersebut.
Tol propas merupakan pengembangan dari jalur tol Gempol – Pasuruan. Jalur bebas hambatan ini rencananya akan dibangun dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Saat ini, proses pengerjaannya telah memasuki 30 persen, dan ditargetkan rampung pada awal tahun 2018.(dic)