Korea Utara, reportasenews.com – Seusai peluncuran rudal balistik, kantor berita Korut KCNA melepaskan foto pemimpin tertinggi Kim Jong Un berpelukan tertawa dengan tiga orang pria disebelahnya. Foto itu lantas menjadi bahan pembahasan intelijens Barat tentang tokoh utama dibalik program rudal nuklir Korut dan ketiga pria itu diyakini sebagai aktor intelektual roket Korut.
Ketiga tokoh utama proyek rudal Korut diantaranya, Ri Pyong Chol, mantan jendral angkatan udara utama, lalu ada, Kim Jong Sik, seorang ilmuwan roket veteran, dan terakhir adalah, Dan Jang Chang Ha, kepala pusat pengembangan senjata dan pengadaan.
Foto-foto dan cuplikan TV menunjukkan bahwa ketiganya jelas-jelas merupakan comrades yang berdiri paling dekat dengan Kim. Perilaku ketiganya terhadap Kim sangat berbeda dibandingkan dengan pembantu senior lainnya yang ada disekitar Kim, yang kebanyakan membungkuk takut dan memegang catatan notes ditangannya.
Tidak seperti kebanyakan pejabat lainnya, dua di antaranya telah terbang dengan Kim di pesawat pribadinya Goshawk-1, dinamai sesuai dengan burung nasional Korea Utara, TV negara menunjukan mereka didalam pesawat itu.
Dengan Partai Pekerja yang berkuasa, kredensial militer dan ilmiah, trio ini sangat diperlukan untuk program senjata cepat Korea Utara negara yang terisolasi telah melakukan dua uji coba nuklir dan lusinan peluncuran rudal sejak awal tahun lalu, semuanya dituduh Barat telah melanggar resolusi PBB.
“Alih-alih melalui jalur birokrat, Kim Jong Un menjaga teknokrat ini disisinya, sehingga dia bisa menghubungi mereka secara langsung dan mendesak mereka untuk bergerak cepat. Ini mencerminkan urgensinya tentang pengembangan rudal,” kata An Chan-il, seorang mantan perwira militer Korea Utara yang telah membelot ke Selatan dan menjalankan sebuah lembaga think-tank di Seoul.
Kim Jong Sik dan Jang tidak berasal dari keluarga elit, tidak seperti banyak tokoh senior lainnya di kelas penguasa Korea Utara, kata para ahli kepemimpinan Korea Utara. Mereka mengatakan Ri, mantan komandan angkatan udara, telah berada di salah satu sekolah yang dianggap hebat di Korea Utara, tapi dia dan dua lainnya dipecat oleh Kim Jong Un.
“Kim Jong Un membesarkan generasi baru orang-orang yang terpisah dari pembantu utama ayahnya,” kata seorang pejabat Korea Selatan yang mengetahui masalah ini, yang merujuk pada Kim Jong Il, yang meninggal pada akhir 2011 meninggalkan Kim muda menjadi penggantinya. (Hsg)
