Site icon Reportase News

Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Gembong

Tim SAR sedang melakukan penysiran untuk mencari korban yang tenggelam di sungai. (foto:abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Raibnya Ichwan (46) warga Jalan Hasanudin, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jatim, yang merupakan penumpang becak yang tercebur dan tenggelam di sungai Gembong, Kota Pasuruan, sejak Senin (7/5/2018), hingga Selasa (8/5/2018) sore, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama relawan terus mencarinya.

Bahkan sehari sebelumnya tim BPBD telah menemukan jasad pengayuh becak yakni Dwi Suryanto (47) warga Jalan Hasanudin, yang juga ikut tercebur dan ditemukan tewas mengambang di sungai tersebut.“Kita start lagi untuk melakukan pencarian, kita pusatkan di lokasi kejadian,” kata Kepala BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah, pada wartawan, Selasa (8/5/2018).

Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai Gembong, menggunakan kapal motor tempel di sekitar lokasi kejadian sampai jembatan Hayam Wuruk. Beberapa lain, disebut berjalan di pinggiran sepanjang sungai, bila saja dapat menemukan korban. Yanuar juga menambahkan, bahwa korban belum ditemukan.“Belum, mudah-mudahan cepat ketemu,” harapnya.

Kejadian berawal saat, Ichwan, menumpang becak, yang dikayuh Dwi Suryanto, hendak pulang kerumahnya di Jl. Hasanudin, Kota Pasuruan. Dalam perjalanan, mereka berdua tidak melewati jalur utama melainkan jalur alternatif di belakang pabrik karton, di bantaran sungai Gembong, Kelurahan Petamanan, Kota Pasuruan.

Namun nahas, becak yang mereka kendarai tercebur di sungai, Dwi sebagai pengayuh becak ditemukan dalam kondisi tewas disamping becaknya. Sedangkan Ichwan menghilang hingga. Istri Ichwan mendatangi lokasi hilangnya sang suami di Sungai Gembong, Selasa (8/5/2018). Ia datang bersama anak semata wayangnya, saat tim rescue sisiri sungai yang membela Kota Pasuruan itu.

Istri Ichwan, Dewi Sumiati beserta anak perempuannya Nazalfa Aminah (11), nampak wajahnya sendu dan beberapa kali terlihat tercenung, melihat ke arah sungai dimana Ichwan tenggelam. Dewi mengaku tidak memiliki firasat apapun atas peristiwa yang dialami keluarganya.“Tidak ada firasat, cuman jam 14.00 WIB saya istirahat sama anak saya, karena kena flu,” ujar Dewi.

Ia pun pasrah atas insiden yang menimpa suaminya. Dikatakannya, bila sebelumnya Ichwan tidak pamit kepada sang istri jika hendak menemani Dwi Suryanto, narik becak. Hubungan Dwi Suryanto dengan Ichwan, diakuinya merupakan sahabat sejak muda, dan keduanya kerap bersama-sama dalam tiap kesempatan.“Sudah saya ikhlaskan, mau bagaimana lagi,” ungkapnya. (abd)

Exit mobile version