Amerika, reportasenews.com:”Saya tidak pernah mengatakan media musuh, saya berkata media palsu (fake media)”, sebut Trump kepada salah satu media pendukung dia, Breitbart.
Ucapan Trump ini menangkis anggapan bahwa pemerintah AS sekarang akan memberangus media dan memusuhinya. Beberapa kalangan khawatir ini adalah awal tanda kekuasaan diktator mengingat kebebasan pers akan diancam.
Presiden AS Donald Trump telah menjelaskan sikap bermusuhan terhadap media massa, menjelaskan bahwa apa yang membuat dia kesal adalah adalah media yang menyebarkan “berita palsu.”. Dia juga sekaligus menjelaskan beberapa topik yang akan dia bawa saat akan bertemu anggota Kongres dalam waktu dekat.
“Ada perbedaan. Media palsu adalah partai oposisi. Media palsu adalah musuh rakyat Amerika. Ada media membuat penipuan yang luar biasa di luar sana. Cerita palsu yang luar biasa. Masalahnya adalah orang-orang yang tidak paham maka tidak tahu masalah itu. ”
Presiden memberi label kepada beberapa media mainstream sebagai “media palsu” saat masih dalam masa kampanye untuk presiden, dan kemudian setelah keluarnya laporan bahwa Rusia mengacaukan hasilpemilu dan membantu Trump untuk menang.
Trump menuding New York Times sebagai contoh “media gagal” yang “menulis kebohongan,” menekankan bahwa peringkat popularitas media tersebut sudah merosot drastis akibat berita palsu ini.
Dia menekankan bahwa kompetisi sangat penting bagi media untuk bekerja dengan baik, tapi dia tidak berkomentar secara khusus mengenai kemungkinan merger antara AT & T dan Time Warner, yang jika berhasil akan menyatukan beberapa jaringan berita di bawah satu atap pemilik yang dikritik oleh Trump selama pra pemilu. (HSG/ RT)
