Site icon Reportase News

Trump Mencela NSA dan FBI Akibat Kebocoran Intelijens

Trump dan Putin/ Daily Express

Amerika, reportasenews.com: Presiden Donald Trump menghujat badan intelijen AS Rabu, karena Washington terguncang oleh laporan terbaru dari level tingkat tinggi kontak Rusia dengan pembantu dan rekan-rekannya selama kampanye presiden 2016.

Dalam rentetan tweet, Trump menuduh komunitas intelijen AS berada di balik kebocoran, langsung menunjuk jari pada Badan Keamanan Nasional (NSA) dan FBI.

Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menepis tuduhan terbaru ini. “Jangan percaya laporan surat kabar, itu sangat sulit saat ini untuk membedakan mereka dari berita palsu dan rekayasa,” kata Peskov didepan wartawan.

“Jika Anda tidak keberatan mari kita tunggu, dan jangan percaya informasi anonim, yang merupakan informasi berdasarkan ada fakta,” katanya.

Kabar gosip telah membuat marah Demokrat dan pemimpin Republik yang menjadi waspada tentang keinginan Trump untuk mempunyai hubungan yang lebih baik dengan Moskow.

“Cerita yang sedang berlangsung saat ini adalah bagian sempurna sebuah bukti mengapa kita tidak harus percaya Rusia,” kata Ketua DPR Paul Ryan kepada media MSNBC.

Panggilan telpon yang diretas dan catatan telepon menunjukkan bahwa pembantu terdekat Trump pernah melakukan kontak berulang dengan pejabat intelijen Rusia setidaknya satu tahun sebelum pemilu AS, New York Times melaporkan, mengutip para mantan pejabat AS.

Ini semacam menerjunkan sebuah bom dalam tempo 26 hari masa pemerintahan Trump lebih dalam atas krisis dugaan hubungan Rusia membantu tim Trump untuk mempengaruhi hasil pemilu.

Badan-badan intelijen AS menyimpulkan pada Januari bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memerintahkan kampanye luas untuk mengganggu dan akhirnya mempengaruhi hasil akhir pemilu AS untuk mendukung Trump.

Partai Republik dan anggota parlemen Demokrat sekarang menyerukan penyelidikan atas apa yang terjadi, meskipun mereka berbeda tajam pada ruang lingkupnya. Senator Demokrat Elizabeth Warren bersikeras bahwa Trump “berhutang kepada Amerika untuk memberi laporan lengkap” dari kampanye dan urusan administrasi dengan Moskow. (HSG/ South China Morning Post)

 

Exit mobile version