Site icon Reportase News

Tumpukan Venir Kayu Terbakar di Situbondo

Tumpukan venir kayu milik Sugik (38), warga Desa Plalangan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, hangus terbakar akibat dilalap si jago merah. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Tumpukan venir  kayu milik Sugik (38), warga Desa Plalangan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, hangus terbakar akibat dilalap si jago merah, Rabu (29/8/2018) malam.
Akibat terbakarnya  tumpukan venir kayu, yang diketahui merupakan bahan bakar pengolahan Pabrik Gula (PG) Asembagus, Situbondo, kerugian materi yang dialami oleh korban   diperkirakan mencapai Rp. 50 juta.
Diperoleh keterangan, dugaan sementara peristiwa kebakaran tumpukan venir kayu itu, akibat adanya arus pendek listrik atau konsleting listrik. Sebab, saat kejadian korban sedang memperbaiki aliran listrik, sehingga terjadi percikan api.
Ironisnya, percikan api mengenai tumpukan venir kayu yang sudah kering, sehingga  hanya dalam hitungan menit percikan api tersebut langsung membakar tumpukan bahan bakar pengolahan PG Asembagus. Selain itu, pada  saat kejadian angin bertiup sangat kencang, sehingga kobaran api langsung membakar seluruh tumpukan venir kayu dilokasi kejadian,
Mengetahui tumpukan venir kayu miliknya terbakar, korban langsung berteriak minta tolong, sehingga puluhan warga langsung berdatangan, mereka pun langsung memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya. Itu dilakukan  karena dikhawatirkan kobaran api  akan merembet ke rumah warga.
Kobaran api yang membakar tumpukan venir kayu milik korban, baru dapat dipadamkan sekitar dua jam dari kejadian. Itupun setelah dua unit mobil Damkar milik Pemkab Situbondo,  datang ke lokasi kejadian.
Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Puryono mengatakan, dugaan sementara, sumber api berasal dari terjadinya arus pendek listrik. Namun, karena pada saat kejadian angin bertiup sangat kencang.
“Sehingga kondisi tersebut sempat menyulitkan petugas Damkar yang memadamkan kobaran api,  kerugian materi akibat terbakarnya bahan bakar pengolahan PG Asembagus itu diperkirakan mencapai Rp. 50 juta,”kata Puryono.(fat)
Exit mobile version