Amerika, reportasenews.com – Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders tidak menyangkal bahwa Donald Trump telah menghina Haiti dan beberapa negara Afrika dengan mengatakan bahwa Presiden sendiri tidak pernah menampik menggunakan bahasa “shithole” yang kasar mengenai aturan imigrasi.
“Shithole” secara harfiah diartikan sebagai lubang tempat buang peturasan air besar, atau dapat disebut sebagai “lubang anus” dibadan manusia. Sebuah ungkapan penghinaan yang keterlaluan, menyamakan sebuah negara dengan bahasa tersebut.
Ketika ditanya mengapa Trump malahan sibuk membela diri dari komentar tidak sopan tersebut secara pribadi, jubir Sanders mengatakan, “Presiden tidak mengatakan bahwa dia tidak menggunakan bahasa yang kasar.”
“Ini adalah isu penting, dia sangat mencemaskan hal itu, dia tidak akan meminta maaf karena telah mencoba memperbaiki sistem imigrasi kami,” tambahnya.
Beberapa peserta pada pertemuan Oval Office mengenai imigrasi pekan lalu mengatakan bahwa Presiden bertanya-tanya mengapa AS mengambil imigran dari Haiti, El Salvador, dan negara-negara Afrika, dengan bertanya: “Mengapa kita membiarkan semua orang dari negara-negara shithole? “
Gedung Putih tidak membantah soal “negara shithole” itu, namun setelah muncul reaksi keras yang mengutuk sikap rasis presiden, maka Trump berbalik menghantam mereka.
“Bahasa yang digunakan oleh saya di pertemuan DACA sangat keras, tapi ini bukan bahasa yang umum dipakai,” kata Trump di tweeted.
Trump dikabarkan menelepon sejumlah teman dan penasihat untuk mempertahankan ucapannya, menurut Associated Press. Presiden mengatakan dengan keyakinan bulat bahwa dia bukan seorang rasis dan bahwa pers telah menyimpangkan makna kata-katanya.
Senator Demokrat Dick Durbin mengkonfirmasi bahwa Trump telah menggunakan kata “shithole,” sementara Senator Republik Tom Cotton dan David Perdue mengatakan bahwa mereka mendengar Presiden mengatakan “shit house” sebagai gantinya, menurut Washington Post.
Senator Durbin menyebut komentar itu diucapkan dengan nada “dipenuhi kebencian, keji dan rasis”.
Komentar Trump menyebut “negara shithole” itu lantas memicu reaksi diplomatik di seluruh dunia.
Mantan Presiden Haiti Laurent Lamothe mengatakan “sama sekali tidak dapat menerima ucapan penghinaan ini,” dan mengatakan bahwa mereka menunjukkan “kurangnya rasa hormat dan ketidaktahuan yang tidak pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah AS oleh seorang Presiden”.
Afrika Selatan, Ghana, Senegal, Botswana dan Haiti semua meminta diplomat AS untuk bertemu dengan pejabat pemerintah untuk menanggapi komentar Trump.
Botswana telah meminta AS untuk mengklarifikasi apakah negara tersebut dianggap sebagai negara “shithole”. (Hsg)
